Musim Kemarau Ancam Lonjakan ISPA di Banjarmasin

  • 29 Jul 2026 16:05 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kembali menghantui warga Kota Banjarmasin seiring masuknya musim kemarau. Cuaca panas yang menyengat, debu yang semakin pekat, hingga potensi kabut asap dinilai dapat memicu lonjakan kasus penyakit saluran pernapasan yang setiap tahun di kota ini.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin pun mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi tersebut. Pasalnya, ISPA bukan hanya muncul saat musim kemarau, tetapi berpotensi meningkat ketika kualitas udara memburuk.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dwi Atmi, mengungkapkan bahwa ISPA secara konsisten masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak yang dilaporkan setiap tahunnya. Meskipun kewaspadaan terhadap ISPA sebenarnya tidak hanya saat kemarau, tetapi setiap hari.

"Kewaspadaan terhadap ISPA sebenarnya tidak hanya kita lakukan saat kemarau, tetapi setiap hari. Hanya saja, ketika musim kemarau dan cuaca terik, kondisinya cenderung memicu peningkatan kasus," ujar Atmi

Menurutnya, kondisi udara yang semakin kering menyebabkan debu lebih mudah beterbangan. Jika ditambah kemunculan kabut asap, risiko gangguan saluran pernapasan akan semakin tinggi, terutama bagi kelompok rentan.

Gejala awal ISPA seperti batuk, pilek, demam hingga tenggorokan sakit harus segera diwaspadai. Dinkes menilai perubahan cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor yang mempercepat munculnya keluhan tersebut.

Menghadapi kondisi itu, Dinkes mengeluarkan sejumlah langkah pencegahan. Warga diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi yang dapat menurunkan daya tahan tubuh.

"Asupan air minum dan elektrolit tubuh harus tercukupi. Jangan karena sibuk lalu lupa minum, sebab dehidrasi akan langsung menurunkan daya tahan tubuh kita," ujarnya.

Selain menjaga kecukupan cairan, masyarakat juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif mengurangi paparan debu, asap, serta melindungi saluran pernapasan di tengah kualitas udara yang berpotensi menurun.

Dinkes juga memberikan perhatian khusus kepada warga yang memiliki riwayat asma maupun alergi. Kelompok ini diminta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika cuaca sangat panas atau saat kualitas udara memburuk karena lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan.

Di sisi lain, Dwi Atmi memastikan seluruh UPT Puskesmas di Kota Banjarmasin telah disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mengalami gejala ISPA. "Seluruh UPT Puskesmas siap memberikan pelayanan dan penanganan maksimal. Kami juga terus memantau perkembangan data kasus secara berkala agar langkah penanganan dapat dilakukan secepat mungkin apabila terjadi peningkatan," ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....