Kemarau Kalsel Berpotensi Panjang hingga Awal 2027

  • 20 Sep 2026 15:51 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin menyebut kondisi kemarau di Kalimantan Selatan masih cukup kuat. Kepala Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, mengatakan sejumlah wilayah berpotensi mengalami kemarau dengan durasi panjang.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Kondisi kemarau di Kalimantan Selatan masih cukup kuat. Beberapa wilayah berpotensi mengalami kemarau yang panjang, sehingga kita perlu mewaspadai dampaknya, terutama kekeringan dan karhutla,” ujar Ota.

Menurutnya, kondisi kemarau tersebut diperkirakan masih dapat berlangsung hingga awal 2027. Salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut adalah aktivitas El Niño.

Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk sementara dihentikan. Hak itu dikarenakan kondisi atmosfer dinilai belum mendukung pembentukan awan hujan.

“Untuk OMC sementara dihentikan karena kondisi atmosfer belum mendukung pembentukan awan hujan. Jadi, pelaksanaan OMC saat ini belum efektif untuk menghasilkan hujan,” katanya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap mewaspadai dampak musim kemarau, terutama potensi karhutla. Masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air selama periode kering.

Selain itu, masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi cuaca.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....