Serangan Udara 29 Juli 1947 Jadi Tonggak Hari Bhakti TNI AU

  • 29 Jul 2026 08:33 WIB
  •  Banjarmasin

RR.CO.ID, Banjarmasin - Setiap 29 Juli, bangsa Indonesia memperingati Hari Bakti Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang dua peristiwa bersejarah yang terjadi pada 29 Juli 1947, yakni serangan udara pertama Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) terhadap kedudukan militer Belanda dan gugurnya para perintis TNI AU dalam menjalankan misi kemanusiaan.

Mengutip dari laman https://tni-au.mil.id/ pada masa Agresi Militer Belanda I, AURI melaksanakan serangan udara pertama terhadap sasaran militer Belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa. Meski dilakukan dengan keterbatasan pesawat maupun persenjataan, operasi tersebut menjadi tonggak penting yang menunjukkan kemampuan Indonesia mempertahankan kedaulatan wilayah udara setelah kemerdekaan.

Di hari yang sama, bangsa Indonesia juga berduka atas gugurnya sejumlah tokoh pelopor TNI AU. Pesawat Dakota VT-CLA yang membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya ditembak jatuh oleh pesawat Belanda di Desa Ngoto, Yogyakarta, saat menjalankan misi kemanusiaan.

Dalam peristiwa tersebut gugur Komodor Muda Udara Agustinus Adisutjipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, dan Opsir Udara I Adisumarmo Wirjokusumo. Pengorbanan mereka menjadi simbol dedikasi, keberanian, dan pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa dan negara.

Berdasarkan sejarah yang dipublikasikan TNI AU, peristiwa 29 Juli semula diperingati sebagai Hari Berkabung AURI sejak 1955. Selanjutnya, pada 29 Juli 1962, peringatan tersebut diubah menjadi Hari Bakti TNI AU sebagai penghormatan atas jasa para pahlawan sekaligus untuk meneladani nilai-nilai perjuangan yang mereka wariskan.

Peringatan Hari Bakti TNI AU bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat akan semangat pengabdian prajurit TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia. Nilai-nilai patriotisme, profesionalisme, dan pengorbanan para pendahulu terus diwariskan kepada setiap generasi penerus TNI AU.

Melalui peringatan Hari Bakti TNI AU, masyarakat diajak untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan dan cinta tanah air. Sejarah perjuangan 29 Juli 1947 menjadi bukti bahwa keberanian, pengorbanan, dan kemanusiaan merupakan fondasi penting dalam perjalanan TNI Angkatan Udara menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....