Pemadaman Listrik Bergilir Diprediksi Kembali Normal Akhir Agustus
- 28 Jul 2026 16:44 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memastikan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengatasi keresahan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir. Berdasarkan hasil koordinasi terbaru, kondisi pasokan listrik diperkirakan kembali normal pada akhir Agustus 2026 setelah proses perbaikan sejumlah fasilitas pembangkit selesai dilakukan.
Kepastian tersebut disampaikan Muhidin usai melakukan video call dengan perwakilan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam-Asam melalui Kepala BIN Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Sentot Adi Darmawan, di ruang Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK, Gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Selasa 28 Juli 2026, sore. Pertemuan itu membahas perkembangan penanganan gangguan kelistrikan yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam penjelasan yang diterima gubernur, gangguan pasokan listrik dipicu oleh kerusakan generator di PLTU Asam-Asam. Selain itu, dua pipa boiler pada Independen Power Producer (IPP) di Murung Raya, Kalimantan Tengah, juga mengalami kerusakan sehingga memengaruhi pasokan listrik ke sistem.
Muhidin juga meluruskan informasi yang sebelumnya sempat disampaikan terkait PLTGU Muara Teweh. Ia menegaskan tidak ada kerusakan di pembangkit tersebut, melainkan gangguan terjadi pada fasilitas milik pihak swasta yang menjadi pendukung sistem kelistrikan.
“Saya juga menyampaikan permohonan maaf atas penyampaian sebelumnya. Ternyata bukan PLTGU Muara Teweh yang mengalami kerusakan, tetapi ada pada pihak swasta atau pendukung sistem,” ujar Muhidin.
Menurut Muhidin, perbaikan dua pipa boiler di IPP Murung Raya ditargetkan rampung pada awal Agustus 2026. Sementara itu, perbaikan generator di PLTU Asam-Asam dijadwalkan selesai pada 25 Agustus 2026 sehingga pasokan listrik diharapkan kembali normal menjelang akhir bulan.
“Perbaikan dua pipa boiler di IPP Murung Raya katanya selesai awal Agustus. Kalau yang PLTU Asam-Asam itu 25 Agustus, jadi insyaallah akhir Agustus sudah baik,” kata Muhidin.
Senior Manager PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam-Asam Fajar Pamujianto turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pemadaman bergilir. Saat ini petugas masih melakukan investigasi menyeluruh, pemeriksaan lanjutan, dan percepatan pekerjaan perbaikan di lapangan.
“Untuk unit kami yang berkapasitas 54 MW ditargetkan selesai pada 25 Agustus, mudah-mudahan bisa lebih cepat dari target tersebut. Kemudian untuk pembangkit di Tanjung sudah berhasil disinkronkan dengan sistem, Insyaallah mulai hari ini pemadaman bisa dikurangi, memang masih ada padam, tapi kuotanya bisa dikurangi ” ujarnya.
PLN juga menyampaikan bahwa pembangkit di Tanjung telah berhasil sinkron dengan sistem sehingga menambah kapasitas pasokan listrik. Dengan tambahan daya tersebut, durasi dan cakupan pemadaman bergilir mulai dikurangi sambil menunggu seluruh proses perbaikan selesai pada akhir Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....