PMI Kalsel Kerahkan Relawan Hadapi Karhutla dan Kabut Asap

  • 24 Agt 2026 17:14 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Selatan (Kalsel) ikut bergerak menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memicu kabut asap di sejumlah wilayah. PMI Kalsel mengerahkan relawan secara bergilir untuk membantu penanganan Karhutla sekaligus memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.

Ketua PMI Kalsel Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menangani Karhutla yang berlangsung hampir satu bulan. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak diperlukan agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampak kabut asap dapat ditekan.

“Ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami tentu berupaya semaksimal mungkin untuk menekan tingginya angka kebakaran hutan dan lahan,” ujar Gusti Iskandar, saat diwawancarai di Gedung DPRD Kalsel, Jumat 21 Agustus 2026. Ia menegaskan PMI akan terus mendukung upaya penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.

Personel dan relawan PMI dikerahkan ke sejumlah titik rawan secara bergilir dengan dukungan mobil tangki dan ambulans. Bantuan tersebut disiapkan sesuai kebutuhan serta permintaan BPBD dalam penanganan Karhutla di lapangan.

Selain membantu penanganan kebakaran, PMI juga fokus mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat. PMI menyediakan oksigen bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan, membuka layanan oksigen, serta membagikan ribuan masker.

“Dampak kabut asap tentu mempengaruhi kesehatan masyarakat, termasuk risiko ISPA dan gangguan pernapasan lainnya. Karena itu, dari sisi kesehatan masyarakat kami juga melakukan langkah-langkah penanganan,” katanya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko kesehatan warga selama kualitas udara terdampak kabut asap.

Setiap hari sedikitnya enam relawan PMI bertugas di lapangan dan diperkuat lebih dari 12 orang dari unsur masyarakat serta simpatisan. PMI memusatkan perhatian di sejumlah wilayah, di antaranya Landasan Ulin, Pengayuan, dan Liang Anggang, dengan posko di Pengayuan, kawasan Bandara Syamsudin Noor, serta posko induk BPBD di kawasan perkantoran Gubernur Kalsel.

Gusti Iskandar menyebut kondisi kabut asap dalam dua hari terakhir mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, namun PMI tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. “Mudah-mudahan angka-angka kebakaran ke depannya bisa cepat teratasi. Kita semua tentu ingin kondisi kabut asap ini segera berakhir,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....