Karhutla Balangan Capai 164 Hektare, BPBD Prioritaskan Tiga Area Karhutla

  • 25 Agt 2026 13:30 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Balangan terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data pemantauan BPBD Kalsel serta Satelit SiPongi Kemenhut RI per 24 Agustus 2026, akumulasi karhutla di Balangan mencapai 49 kejadian dengan total luasan lahan terdampak 164,57 hektare.

Selain itu, pantauan satelit juga mencatat adanya sebaran 676 titik hotspot di wilayah Kabupaten Balangan. Dari puluhan kasus kebakaran tersebut, Kecamatan Lampihong dan Batumandi menjadi area yang paling mendominasi angka kejadian serta kerusakan lahan demgan masing-masing.

Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menegaskan upaya penanganan karhutla terus dimaksimalkan melalui sinergi lintas sektor. Operasi pemadaman melibatkan unsur TNI, Polri, perangkat daerah, stakeholder terkait, hingga barisan relawan.

“Kita penanganan secara terkoordinasi dengan lintas sektor. Posko kita sementara berpusat di posko induk BPBD Balangan,” ujarnya pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Rahmi menjelaskan, berdasarkan penetapan status Siaga Darurat Karhutla sejak 12 Agustus lalu, ancaman kebakaran diprediksi masih berlangsung hingga akhir Oktober. Kondisi kemarau kering membuat vegetasi lahan makin rentan tersulut api.

“Untuk kemarau kering, kita diprediksi sampai 30 Oktober. Jadi pada masa itu potensi kebakaran atau karhutlanya lebih kita waspadai,” ucapnya.

Dalam strategi pemadaman di lapangan, BPBD menetapkan skala prioritas pada tiga area rentan. Penanganan diutamakan pada kebakaran yang mengancam permukiman warga, fasilitas publik, serta lahan pertanian produktif masyarakat.

Di sisi lain, faktor keselamatan personel pemadam di lapangan tetap menjadi perhatian utama. Petugas diminta ekstra hati-hati dan mempertimbangkan kondisi medan, terutama saat menghadapi kebakaran di lahan tidak bertuan atau di luar area prioritas.

Guna menekan lonjakan kasus baru, Rahmi turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian lingkungan. Warga diminta menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kita sama-sama jaga lingkungan kita, jaga lahan kita. Kalau ada kejadian-kejadian yang didapat, langsung melaporkan petugas atau aparat terkait,” katanya menambahkan.

Rahmi berharap kondisi cuaca ekstrem ini dapat segera mereda dengan turunnya hujan di wilayah Balangan yang terjadi pada Senin sore, 24 Agustus 2026. Pasokan air hujan sangat dibutuhkan untuk membasahi lahan yang mengering sehingga potensi karhutla susulan dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....