Jalan Tatah Belayung Rusak Parah, Pemko Kejar Dana Pusat
- 28 Jul 2026 15:43 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Setelah lama dikeluhkan warga karena dipenuhi lubang dan permukaan bergelombang, perbaikan Jalan Tatah Belayung di Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan akhirnya dapat angin segar. Perbaikan di wilayah ini masuk dalam usulan perbaikan melalui program Jalan Infrastruktur Desa (JID) yang didanai pemerintah pusat.
Jalan yang menjadi akses vital masyarakat itu sebelumnya telah berkali-kali menuai keluhan lantaran kondisinya rusak berat dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Kartika Estaurina, mengungkapkan usulan tersebut telah mendapat tindak lanjut dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan yang turun langsung meninjau lokasi.
"Kemarin bersama pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Selatan beserta jajaran sudah meninjau langsung usulan dari kami. Jalan ini masuk dalam koridor wilayah ketahanan pangan," ujar Kartika.
Dalam usulan tersebut, ruas jalan yang akan ditangani memiliki panjang sekitar 1,6 kilometer dengan lebar 6,5 meter. Namun, menurut Kartika, proses pengerjaannya tidak bisa dilakukan secara sederhana karena kondisi tanah di kawasan tersebut memerlukan penanganan khusus.
"Aspalnya harus digali terlebih dahulu, kemudian dilakukan penguatan tanah menggunakan cerucuk galam agar konstruksi jalan tidak kembali turun. Dengan metode itu, kemungkinan akan dilakukan penutupan jalan selama proses pekerjaan berlangsung," katanya.
Selain harus menutup akses jalan utama, proyek tersebut juga akan berdampak pada sejumlah jembatan penghubung milik warga yang berada di sepanjang ruas jalan. Jembatan itu harus dibongkar sementara agar proses pembangunan dapat berjalan maksimal.
"Warga sudah menyatakan bersedia membongkar sendiri akses jembatan mereka sebagai bentuk dukungan terhadap program ini. Mereka juga memahami karena perbaikan jalan ini memang sudah lama dinantikan," ujarnya.
Kartika memperkirakan durasi pekerjaan mencapai sekitar empat bulan sesuai standar pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Selama masa tersebut, masyarakat diminta bersabar karena aktivitas sehari-hari dipastikan akan terdampak.
"Kami memahami penutupan jalan akan berpengaruh terhadap aktivitas warga karena ini merupakan akses utama. Di kawasan itu juga terdapat sekolah, sehingga kami terus berkoordinasi agar dampaknya bisa diminimalkan," ucapnya.
Menurutnya, pemerintah masih membahas kemungkinan kendaraan roda dua tetap dapat melintas selama pekerjaan berlangsung tanpa mengganggu proses konstruksi. PUPR Kota Banjarmasin memastikan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tahapan pekerjaan serta rekayasa lalu lintas apabila proyek tersebut direalisasikan.
Meski saat ini masih menunggu keputusan pemerintah pusat, Kartika menegaskan perbaikan Jalan Tatah Belayung tidak akan dibatalkan apabila usulan JID tidak disetujui. Pemerintah Kota Banjarmasin telah menyiapkan skema pendanaan melalui APBD Perubahan 2026.
"Sesuai amanat Pak Wali Kota, jalan-jalan yang rusak harus segera diperbaiki. Kondisi Jalan Tatah Belayung sudah cukup berat dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Kalau usulan ke pemerintah pusat tidak disetujui, perbaikannya tetap kami laksanakan melalui APBD Perubahan 2026," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....