Memperbaiki Hati Lebih Utama daripada Penampilan
- 28 Jul 2026 11:56 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Memperbaiki hati sebelum memperbaiki penampilan menjadi salah satu nasihat penting Imam Al-Ghazali yang memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Sebab, hati merupakan sumber lahirnya niat, keikhlasan, serta amal yang dilakukan seseorang.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz H. Fahruzaini, S.Ag., dalam program Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Selasa, 28 Juli 2026. Menurutnya, tidak seorang pun mengetahui isi hati orang lain sehingga setiap individu perlu lebih dahulu membenahi dirinya sendiri.
"Hati adalah sumber dari pikiran manusia dan menjadi fondasi kualitas amal ibadah kita," ujarnya. "Sehingga hati inilah yang harus kita ubah pertama kali supaya bisa mengalirkan kebaikan ke anggota badan kita yang lain."
Ia menjelaskan bahwa Allah Swt. tidak memandang manusia dari rupa maupun penampilannya, melainkan dari hati dan amal perbuatannya. Oleh karena itu, kualitas ibadah seseorang sangat ditentukan oleh keikhlasan yang bersumber dari hati.
Menurutnya, penampilan yang baik atau mewah bukanlah sesuatu yang keliru selama tidak didorong oleh hawa nafsu atau keinginan untuk dipuji. Yang perlu diwaspadai adalah ketika penampilan justru melahirkan rasa lebih mulia atau lebih unggul dibandingkan orang lain.
Ustaz Fahruzaini mengingatkan bahwa kesombongan merupakan penyakit hati yang harus dihindari. Sikap tersebut dapat mengurangi nilai ibadah sekaligus merusak hubungan antarsesama.
Ia mengimbau umat Muslim untuk senantiasa memperbaiki hati sebelum memperhatikan penampilan lahiriah. Dengan hati yang bersih dan rendah hati, seseorang akan lebih mudah melahirkan amal saleh serta memandang orang lain dengan penuh penghormatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....