Nyaris Krisis Air Bersih! Debit Pematang Nol, PAM Bandarmasih Andalkan Sungai Tabuk
- 26 Jul 2026 14:36 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Musim kemarau yang melanda Kalimantan Selatan sempat mengganggu operasional produksi air bersih PAM Bandarmasih. Debit air baku di saluran irigasi Pematang bahkan dilaporkan turun hingga nol, menyebabkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pematang tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu.
Meski demikian, distribusi air bersih kepada pelanggan di Kota Banjarmasin dipastikan tetap berjalan normal. Setelah PAM Bandarmasih mengalihkan seluruh pasokan air baku dari intake Sungai Tabuk.
Direktur Operasional PAM Bandarmasih, Irwan Firmana, mengatakan langkah cepat tersebut diambil agar kebutuhan air bersih masyarakat. Khususnya di wilayah Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan, tetap terpenuhi.
"Memang benar semalam debit air di Pematang nol sehingga kita tidak bisa berproduksi. Untuk memenuhi kebutuhan produksi sekitar 5.400 meter kubik per jam, kami mengandalkan intake Sungai Tabuk," ujar Irwan.
Menurut Irwan, pengalihan produksi ke Sungai Tabuk membuat biaya operasional meningkat. Hal itu disebabkan kualitas air sungai membutuhkan penggunaan bahan kimia lebih banyak dalam proses pengolahan, ditambah konsumsi listrik yang naik karena seluruh pompa harus bekerja secara maksimal.
"Konsekuensinya ada peningkatan penggunaan bahan kimia. Otomatis biaya listrik karena seluruh produksi dialihkan ke Sungai Tabuk," ucapnya.
Menyikapi kondisi tersebut, jajaran operasional PAM Bandarmasih langsung melakukan penelusuran hingga Bendungan Karang Intan di Desa Mali-Mali. Dari hasil pengecekan, ditemukan bahwa penyebab berkurangnya aliran air ke saluran irigasi Pematang bukan semata akibat musim kemarau.
“Kita Bersama tim melakukan penelusuran. Ditemukan perubahan pengaturan pintu air turut menjadi faktor yang membuat pasokan air ke IPA Pematang terhenti,” ujarnya, menambahkan.
Irwan mengungkapkan, pintu air sempat dialihkan untuk memenuhi kebutuhan air tambak ikan di kawasan Mali-Mali yang mengalami kekeringan. Kebijakan itu diambil setelah adanya aspirasi masyarakat yang khawatir ikan budidaya mereka mati akibat minimnya pasokan air.
"Karena ada aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui anggota dewan, pintu air sempat dibuka ke arah tambak ikan sehingga aliran ke irigasi yang digunakan PDAM dan pertanian berkurang," katanya.
Padahal, saluran irigasi tersebut sejatinya diperuntukkan bagi kebutuhan pertanian dan penyediaan air baku PAM Bandarmasih, bukan untuk mengairi tambak ikan. Setelah dilakukan koordinasi, Balai Wilayah Sungai (BWS) mengakui adanya persoalan tersebut dan berkomitmen mengembalikan fungsi jaringan irigasi sesuai peruntukannya.
"Hari itu juga kami berkoordinasi dengan BWS. Alhamdulillah, pagi tadi debit air di saluran Pematang sudah kembali normal sekitar 60 sentimeter, sehingga operasional IPA kembali berjalan seperti biasa," ujar Irwan.
Saat ini, produksi air bersih PAM Bandarmasih telah kembali menggunakan pasokan utama dari saluran irigasi Pematang yang dipadukan dengan intake Sungai Tabuk sebagaimana kondisi normal. Irwan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, terutama di tengah musim kemarau yang menyebabkan debit air di Bendungan Karang Intan terus mengalami penurunan.
"Kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Memang saat ini debit bendungan berkurang karena musim kemarau, sehingga diperlukan koordinasi yang baik agar kebutuhan seluruh pihak bisa terpenuhi tanpa mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat," ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....