Kebakaran Lahan Marak di Banjarmasin, Warga Khawatirkan Api Dekat Permukiman
- 24 Jul 2026 14:43 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Peristiwa kebakaran lahan mulai marak terjadi di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin dalam beberapa waktu terakhir. Kebakaran mayoritas menyasar area lahan kosong dengan kondisi vegetasi semak belukar yang mengering.
Dalam sehari saja, pada Kamis, 23 Juli 2026, insiden kebakaran lahan tercatat melanda kawasan Jalan Tembus Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan sebanyak dua kali, disusul Jalan Gubernur Soebardjo Lingkar Dalam Selatan pada Kamis Malam. Rangkaian kejadian di beberapa lokasi tersebut mulai memicu kekhawatiran masyarakat.
Salah satu insiden yang sempat memicu kepanikan warga terjadi di Kompleks Mangga, Jalan Tembus Mantuil pada Kamis petang. Kobaran api di area semak belukar tersebut muncul tepat di belakang bangunan rumah penduduk.
Salah seorang warga terdampak di Kompleks Mangga, Dayat, mengaku terkejut lantaran posisi kobaran api berjarak sangat dekat dengan rumahnya. Kebakaran tersebut terjadi saat dirinya sedang tidak berada di rumah.
"Tadi lagi mengantar anak pertama untuk mengaji. Jadi di rumah cuma ada istri dan anak saya yang masih bayi," ujarnya.
Dayat bersyukur penanganan cepat berhasil mencegah api membakar bangunan tempat tinggalnya. Namun, jarak kobaran yang sangat dekat sempat membuat keluarganya panik.
"Alhamdulillah tidak ada yang terdampak di rumah kami. Tapi memang apinya tadi cukup dekat, sekitar satu meter di belakang rumah," katanya menambahkan.
Munculnya titik api di dekat area perumahan juga menimbulkan kekhawatiran bagi warga sekitar. Salah seorang warga setempat, Jeni, menyebut rasa waswas warga kian bertambah lantaran peristiwa terjadi pada jam-jam rawan.
"Kami khawatir kalau api tiba-tiba merambat ke rumah. Apalagi kejadiannya kan sore hari, kebanyakan bapak-bapak atau pria di sini masih bekerja," ucapnya.
Jeni berharap kesiapsiagaan petugas dan relawan dapat terus ditingkatkan untuk memantau lahan-lahan kosong yang mengering. Menurutnya, pengawasan intensif sangat dibutuhkan agar potensi kebakaran tidak meluas ke permukiman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....