PAM Bandarmasih Perkuat Distribusi Air Bersih dengan 21 Armada dan 86 Tandon
- 05 Okt 2026 14:27 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - PT. Air Minum Bandarmasih terus memaksimalkan penanganan gangguan distribusi air bersih dengan mengoptimalkan 21 armada dan 86 unit tandon yang telah ditempatkan di berbagai wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama pelayanan belum kembali normal.
Direktur Umum dan Pemasaran PAM Bandarmasih, Yulia Riana Sari, mengatakan pelayanan di Banjarmasin Barat, sebagian Banjarmasin Utara, dan sebagian Banjarmasin Tengah masih bertumpu pada pengolahan di IPA 1 yang mengandalkan air baku dari Sungai Bilu. Kondisi air baku tersebut juga mendapat tambahan pasokan dari IPA 2 untuk mendukung pelayanan di wilayah terdampak.
“Air baku di IPA 1 juga mendapat tambahan dari bantuan pasokan air dari IPA 2. Kondisi ini membuat distribusi air hingga ke ujung jaringan belum dapat maksimal,” ujar Riana.
Sebagai langkah penanganan, PAM Bandarmasih memperkuat distribusi melalui penempatan tandon di wilayah yang mengalami dampak paling besar. Saat ini tersedia 86 unit tandon yang berasal dari PAM Bandarmasih maupun masyarakat.
Jumlah tersebut belum termasuk tandon yang diperuntukkan bagi kebutuhan instansi seperti rumah sakit, hotel, lembaga pemasyarakatan, mal, serta lembaga dan kantor lainnya untuk kebutuhan masyarakat umum. Penempatan tandon tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di masing-masing wilayah.
Untuk mendukung pengisian tandon, PAM Bandarmasih mengoptimalkan 21 armada yang terdiri dari enam mobil tangki berkapasitas 3.000 liter, empat unit pick-up yang telah dimodifikasi, serta 11 unit armada bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran atau Damkar. Armada tersebut digunakan untuk mempercepat distribusi air ke lokasi-lokasi yang membutuhkan.
Dengan rute yang dimaksimalkan hingga tiga kali pengantaran dalam sehari, pengisian ulang tandon dilakukan secara bertahap. Distribusi disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah terdampak.
Selain mengoptimalkan armada, Riana mengarahkan penguatan koordinasi bersama pihak kecamatan dan lurah di wilayah yang terdampak gangguan distribusi air. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan air bersih dapat dipetakan hingga tingkat masyarakat.
Para lurah diharapkan membantu melakukan pemetaan kebutuhan tandon dan distribusi air hingga tingkat RT/RW. Pemetaan diperlukan agar penempatan tandon dapat dilakukan secara lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan penting dilakukan agar kebutuhan di setiap wilayah dapat dipetakan dengan baik. Dengan begitu, penempatan tandon dan distribusi air dapat lebih efektif, efisien, serta tepat sasaran,” ucap Riana.
PAM Bandarmasih bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, dan unsur terkait terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Upaya tersebut dilakukan selama kondisi pelayanan air bersih belum kembali normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....