Hadapi Ancaman El Nino, Kalsel Percepat Tanam Padi
- 24 Jul 2026 12:55 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Ancaman musim kemarau panjang dan potensi El Nino menjadi tantangan serius bagi upaya Kalsel meningkatkan produksi padi tahun ini. Untuk itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kalsel memperkuat sinergi bersama pemerintah kabupaten dan kota serta berbagai instansi terkait untuk mempercepat realisasi luas tambah tanam atau LTT.
Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, percepatan tanam menjadi langkah penting untuk menjaga produksi padi tetap tinggi di tengah ancaman kekeringan. “Luas tambah tanam ini sangat penting untuk menjaga produksi padi Kalimantan Selatan tetap tinggi,” ujar Syamsir, saat Rapat Koordinasi Percepatan Luas Tambah Tanam di Banjarbaru.
Menurutnya, Kalsel ditargetkan mampu meningkatkan produksi padi menjadi 1,3 juta ton pada 2026. Target tersebut harus dikejar dengan mengoptimalkan pola tanam, termasuk mendorong peningkatan indeks pertanaman dari satu kali tanam menjadi dua kali, bahkan tiga kali tanam apabila memungkinkan.
Namun, upaya tersebut tidak mudah. Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga September. Dengan potensi El Nino yang dapat berdampak terhadap ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Karena itu, pemerintah daerah diminta mengoptimalkan pompanisasi, sumur bor, serta sumber-sumber air yang tersedia. Pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan juga perlu dilakukan untuk menentukan langkah mitigasi secara cepat.
Hingga Juli 2026, produksi padi Kalsel telah mencapai sekitar 681 ribu ton. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 600 ribu ton.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Kalsel untuk mengejar target produksi 1,3 juta ton hingga akhir tahun. Syamsir menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyuluh pertanian, petugas lapangan, TNI hingga para petani.
"Kalsel sebelumnya mencatat produksi padi sekitar 1,179 juta ton pada 2025, atau meningkat sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian itu menempatkan Kalsel sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di Pulau Kalimantan," katanya.
Dengan ancaman kemarau yang semakin nyata, percepatan luas tambah tanam kini menjadi salah satu strategi utama Kalsel untuk menjaga ketahanan pangan. Sekaligus memastikan target produksi padi 1,3 juta ton dapat tercapai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....