Ancaman Intoleransi di Media Sosial Menjadi Perhatian di Kalsel

  • 28 Agt 2026 13:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID - Banjarmasin : Kalimantan Selatan secara umum masih berada dalam kondisi yang kondusif terkait ancaman radikalisme dan intoleransi. Namun, perkembangan media sosial menjadi perhatian bersama karena dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan paham intoleran, radikal, ekstremisme, hingga terorisme.

Ketua Tim Pencegahan Satgaswil Kalsel Densus 88 AT Polri, Ipda Alim S., S.H., mengatakan ancaman tersebut perlu menjadi perhatian semua pihak, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah hingga masyarakat.

Hal itu disampaikannya dalam acara Moderasi Beragama yang digelar pada Selasa, 18 Agustus 2026. Menurutnya, data yang telah dirilis Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menunjukkan bahwa ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme masih nyata.

“Perlu saya sampaikan bahwa kalau dulu sasaran utama kelompok-kelompok radikal dilakukan secara konvensional, sekarang cara tersebut berkembang melalui media sosial,” ujar Alim.

Ia menjelaskan, media sosial memberikan ruang yang luas bagi kelompok tertentu untuk menyebarkan ideologi dan memengaruhi masyarakat. Kondisi ini menjadi tantangan karena informasi dapat menyebar dengan cepat dan menjangkau berbagai kalangan.

“Namun sekarang hanya dengan media sosial cukup dengan 3 sampai 6 bulan orang bisa mendoktrin secara gampang dan mudah melalui konten yang ditampilkan media sosial itu dengan cepat menjadi seorang ekstremisme," ujarnya.

Alim kembali menambahkan bahwa saat ini data Densus 88 kurang lebih 246 anak yang sudah diamankan oleh Densus 88 itu tersebar di 26 provinsi, dan Kalimantan Selatan sendiri itu saat ini sudah hampir 15 anak yang terpapar, baik itu terpapar ektremisme maupun radikal

“Ini menjadi bukti bahwa apa yang terjadi di Kalimantan Selatan ini sangat nyata, terutama sikap - sikap intoleransi ini muncul dari media sosial." ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....