Krisis Iman Jadi Tantangan Remaja di Era Digital
- 21 Jul 2026 18:24 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Krisis iman pada remaja menjadi tantangan yang semakin nyata di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Hal tersebut disampaikan Dra. Hj. Siti Faridah, M.Ag. saat menjadi narasumber siaran keagamaan di RRI Pro 2 Banjarmasin, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurutnya, masa remaja merupakan fase ketika seseorang mulai mencari jati diri dan mempertanyakan berbagai nilai dalam kehidupannya. Kondisi tersebut membuat remaja rentan mengalami kebingungan apabila tidak memiliki landasan spiritual yang kuat.
"Bagi remaja, krisis iman di era modern merupakan tantangan yang semakin nyata," ujarnya. "Pada fase ini, mereka mulai mempertanyakan siapa diri mereka, apa tujuan hidupnya, dan nilai-nilai apa yang akan mereka pegang."
Siti Faridah menjelaskan kemajuan teknologi, globalisasi, dan perubahan pola hidup masyarakat membawa banyak manfaat. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan terhadap nilai moral, spiritual, dan identitas diri remaja.
Arus informasi yang begitu cepat membuat remaja mudah terpapar berbagai ideologi dan gaya hidup baru. Ketika tidak dibekali pendidikan agama yang memadai, mereka berisiko mengalami kebingungan dan kehilangan makna kehidupan spiritual.
Ia menegaskan krisis iman tidak selalu ditandai dengan meninggalkan agama atau keyakinan. Kondisi tersebut dapat terlihat dari menurunnya kualitas ibadah, melemahnya hubungan dengan Allah, serta berkurangnya kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, berbagai tekanan seperti persaingan, perundungan, dan tuntutan prestasi juga dapat memperbesar risiko krisis iman. Remaja yang kehilangan pegangan spiritual cenderung lebih mudah mengalami kecemasan, keputusasaan, dan kehampaan batin.
"Pada akhirnya, krisis iman bukanlah akhir dari perjalanan spiritual seseorang," ujarnya. "Krisis dapat menjadi titik balik menuju kedewasaan iman apabila dihadapi dengan kesungguhan untuk kembali kepada Allah."
Ia menambahkan penguatan tauhid, lingkungan yang positif, dan komunikasi yang hangat dalam keluarga menjadi kunci membangun ketahanan remaja. Di tengah modernisasi, remaja membutuhkan kecerdasan spiritual agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....