Pertamina Tegaskan Perubahan Totem SPBU Bukan karena Penghapusan BBM Bersubsidi

  • 12 Jul 2026 18:01 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - PT Pertamina Patra Niaga angkat bicara menyikapi viralnya isu penghapusan tulisan BBM bersubsidi pada papan informasi atau totem sejumlah SPBU. Sales Branch Manager I Kalimantan Selatan Fuel Pertamina Patra Niaga, Wicaksono Ardi Nugroho, menegaskan perubahan totem tersebut tidak memiliki kaitan dengan ketersediaan BBM bersubsidi di pasaran.

Pihak Pertamina meluncurkan pembaruan visual ini sebagai bagian dari program bertajuk retail make over. Melalui program yang sudah berjalan sejak akhir tahun 2021 tersebut, Pertamina mendorong para mitra untuk lebih masif melakukan pembaruan di lapangan.

"Terkait harga BBM bersubsidi dan juga informasi fasilitas umum yang ada nantinya berada di running text (tulisan berjalan). Jadi memang yang ditampilkan hanya produk high tier," ujar Wicaksono Sabtu, 11 Juli 2026.

Wicaksono menyebut langkah pembaruan ini dilakukan guna mendorong penggunaan produk bahan bakar berkualitas tinggi. Terkait ketersediaan pasokan, ia memastikan stok BBM di wilayah Kalsel hingga kini masih berada dalam kondisi stabil.

"Kita memang mau mendorong penggunaan produk high tier ini. Sehingga kita dorong para mitra untuk melakukan pembaharuan," katanya menambahkan.

Sebelumnya, hilangnya tulisan BBM bersubsidi pada totem SPBU sempat memicu kehebohan dan menimbulkan asumsi liar terkait isu penghentian penjualan di pasaran. Rumor tersebut sempat memicu kekhawatiran di tengah masyarakat, salah satunya bagi Wahid, warga asal Kota Banjarmasin.

Wahid yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online mengaku akan sangat terdampak jika produk Pertalite ditiadakan. Hal ini mengingat aktivitas kerja hariannya sangat bergantung pada ketersediaan produk BBM bersubsidi tersebut.

"Kalau Pertalite dihapus, kita terpaksa pindah ke Pertamax. Dampaknya pengeluarannya makin bertambah nanti," ujarnya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Kopkar Sabilal Muhtadin, Arliansyah, menyebut pengubahan papan totem itu murni sebagai penyesuaian tampilan visual di lapangan. Ia juga menjamin perubahan format informasi tidak memengaruhi kuota maupun kelancaran pasokan BBM harian ke unit mereka.

Arliansyah memastikan proses distribusi ke masyarakat tetap berjalan normal seperti biasanya. Operasional dan pelayanan produk Pertalite di SPBU Sabilal juga terus dipantau agar tidak mengalami kendala yang berarti.

"Distribusi kita tetap masuk seperti biasa setiap harinya. Harga juga masih normal, pertalite tetap Rp10 ribu per liter," katanya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....