Tulisan BBM Bersubsidi Hilang di Totem SPBU, Pengawas: Pertalite Tetap Ada
- 09 Jul 2026 19:11 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penghapusan tulisan BBM bersubsidi di papan informasi atau totem sejumlah SPBU sempat viral di media sosial. Hal ini sempat memicu kehebohan di tengah masyarakat karena papan totem kini hanya menampilkan daftar produk BBM nonsubsidi.
Kondisi tersebut sempat menimbulkan asumsi liar terkait isu penghentian penjualan Pertalite di pasaran. Rumor ini pun sontak membuat warga khawatir, salah satunya Wahid yang merupakan warga asal Banjarmasin.
"Sekarang tulisannya sudah dihapus ya. Kita khawatir juga kalau tidak ada lagi pertalite nanti," katanya saat ditemui, Kamis, 9 Juli 2026.
Kekhawatiran Wahid bukan tanpa alasan, sebab profesinya sebagai pengemudi ojek online akan langsung terdampak jika Pertalite benar-benar ditiadakan. Hal ini mengingat aktivitas kerja hariannya sangat bergantung pada ketersediaan produk BBM bersubsidi tersebut.
"Kalau Pertalite dihapus, kita terpaksa pindah ke Pertamax. Dampaknya pengeluarannya makin bertambah nanti," ujarnya menambahkan.
Menyikapi keresahan tersebut, Pengawas SPBU Kopkar Sabilal Muhtadin, Arliansyah, menegaskan pengubahan papan totem itu murni berupa penyesuaian tampilan sesuai arahan dari Pertamina. Ia memastikan rumor penghapusan produk Pertalite di pasaran hanyalah isu liar yang tidak benar.
"Itu sudah sesuai arahan. Jadi yang ditampilkan tulisannya memang hanya BBM nonsubsidi," katanya saat dikonfirmasi.
Arliansyah menjelaskan informasi mengenai Pertalite nantinya tetap akan ditampilkan melalui layar running text atau tulisan berjalan di bagian bawah totem. Menurutnya, langka ini dilakukan sebagai bagian dari upaya modernisasi tampilan di area SPBU.
Di sisi lain, ia memastikan pengubahan visual pada papan tidak berpengaruh pada ketersediaan stok BBM. Arus proses distribusi produk Pertalite ke pihak SPBU dipastikan tetap berjalan normal seperti biasanya.
"Distribusi kita tetap masuk seperti biasa setiap harinya. Harga juga masih normal, Pertalite tetap Rp10 ribu per liter," katanya menegaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....