Macan Kalsel Grebek SPBU 'Nakal', Wali Kota Banjarmasin Ajak Sama-Sama Awasi!
- 14 Jun 2026 08:28 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polda Kalimantan Selatan atau yang dikenal dengan Macan Kalsel menggerebek aktivitas mencurigakan di salah satu SPBU di Kota Banjarmasin yang diduga menjual bebas Pertalite bersubsidi kepada para pelangsir menggunakan jeriken. Aksi penindakan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR.
Ia menilai langkah cepat aparat kepolisian menjadi bentuk nyata pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi agar benar-benar dinikmati masyarakat yang berhak. "Kami sangat mengapresiasi langkah Tim URC Polda Kalsel atau Macan Kalsel yang bergerak cepat menindak dugaan penyalahgunaan distribusi BBM subsidi. Ini adalah bentuk keberpihakan kepada masyarakat," kata Yamin, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurutnya, Pertalite merupakan BBM yang mendapat subsidi dari pemerintah sehingga penyalurannya harus diawasi secara ketat. Praktik penjualan kepada pelangsir dalam jumlah besar menggunakan jeriken berpotensi merugikan masyarakat umum yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.
"Kalau benar terjadi penjualan bebas kepada pelangsir, tentu ini sangat merugikan warga. BBM subsidi itu bukan untuk diperjualbelikan kembali demi keuntungan pribadi. Hak masyarakat bisa berkurang karena ulah segelintir pihak," tegasnya.
Yamin juga meminta seluruh pengelola SPBU di Banjarmasin mematuhi aturan yang berlaku dan tidak bermain-main dengan distribusi BBM bersubsidi. Ia menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh langkah aparat dalam memberantas segala bentuk penyimpangan yang dapat merugikan negara maupun masyarakat.
"Saya berharap seluruh SPBU menjalankan operasional sesuai ketentuan. Jangan sampai ada praktik-praktik yang mencederai kepercayaan masyarakat. Pemerintah Kota Banjarmasin mendukung penuh upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran seperti ini," katanya.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Warga berharap pengusutan dilakukan secara transparan dan tuntas, termasuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan pelangsiran yang selama ini memanfaatkan celah distribusi BBM subsidi.
"Kami ingin BBM subsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak. Karena itu pengawasan harus terus diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang," ucap Yamin, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....