Proyek Drinase di Pemurus Dalam Banjarmasin jadi Sorotan, Diduga Asal-Asalan?
- 04 Jul 2026 19:11 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Proyek pembangunan drainase di depan SDN Pemurus Dalam 3, Jalan Dharmawangsa RT 17, Kelurahan Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, menuai sorotan. Kondisi pekerjaan yang dinilai belum rapi memunculkan dugaan bahwa proyek tersebut dikerjakan asal-asalan.
Sorotan mengemuka setelah melihat konstruksi drainase di akses masuk sekolah yang dinilai tidak rapi. Kondisi itu memicu pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan proyek yang tengah berlangsung.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Bidang Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Harwita Oktania, memastikan pekerjaan yang dipersoalkan masyarakat belum memasuki tahap akhir. "Memang dulu ada permintaan crossing di sini. Pengerjaan juga belum memasuki tahap akhir," kata Wita saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu, 04 Juli 2026.

Harwita menjelaskan, konstruksi yang saat ini terlihat di lokasi bukan merupakan drainase yang telah rampung. Melainkan bagian dari proses pembangunan crossing atau jalur penyeberangan saluran menuju akses masuk SDN Pemurus Dalam 3.
Menurutnya, gorong-gorong yang kini terpasang hanya bersifat sementara. Kemudian akan dibongkar kembali untuk disambungkan dengan saluran drainase menggunakan metode cor di tempat (cast in situ).
"Itu pemeliharaan saja, crossingan insidentil yang ada di UPT, menyambung drainase yang sudah ada untuk jalan msuk SD. Panjangnya cuma sekitar 10 meter dengan biaya sekitar Rp20 juta, menyesuaikan kebutuhan di lapangan," ucapnya.
Ia mengungkapkan, pembangunan crossing tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan warga bersama pihak sekolah. Pihak-pihak tersebut menginginkan akses masuk menuju SDN Pemurus Dalam 3 menjadi lebih baik dan aman.
"Permintaannya dari warga dan juga dari SD Pemurus ini. Ini jalan masuk ke SD Pemurus," katanya.
Harwita menegaskan kondisi yang menjadi sorotan masyarakat saat ini masih merupakan bagian dari tahapan pekerjaan. Sehingga belum bisa dijadikan gambaran hasil akhir proyek.
Selain itu, PUPR juga melakukan penyesuaian desain saluran di lapangan. Mengingat jalur drainase lama memiliki bentuk yang berkelok, sehingga perlu direkonstruksi agar aliran air lebih optimal.
"Soalnya jalurnya meliuk seperti ular. Makanya dilakukan penyesuaian," ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....