Ibu Pasien Leukemia Luapkan Keresahannya Dihadapan PLN
- 30 Jul 2026 16:30 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Aksi unjuk rasa di depan kantor PLN UP3 Banjarmasin pada Rabu, 29 Juli 2026 diwarnai kesaksian langsung dari warga terdampak pemadaman listrik. Salah seorang warga, Alint Markani, mengungkapkan kesulitan yang harus dihadapinya bersama keluarga selama krisis kelistrikan terjadi.
Dengan lantang, Alint menyampaikan keresahannya secara langsung di hadapan perwakilan PLN yang menemui massa. Sikap ini ia ambil karena sang anak yang sedang mengidap kanker darah atau leukemia sangat membutuhkan kenyamanan di rumah.
"Anak saya di rumah itu sakit dan harus kemoterapi. Efeknya itu panas di badan, jadi kalau mati listrik kasihan dia jadi tidak nyaman," ujar Alint.
Selama pemadaman bergilir berlangsung, ia harus bekerja keras memastikan kondisi rumah tetap kondusif bagi pemulihan anaknya. Bagi Alint, situasi ini menjadi beban tambahan di tengah proses pengobatan medis yang sedang dijalani sang buah hati.
Kondisi tersebut rupanya tidak hanya dialami oleh keluarga Alint semata. Ia menyebutkan, banyak anak penderita kanker di berbagai yayasan maupun rumah singgah yang turut merasakan dampak serupa akibat padamnya aliran listrik.
"Mereka banyak di sana yang terdampak kondisi ini. Kasihan mereka merasakan kepanasan juga," ucapnya menambahkan.
Oleh karena itu, dengan tegas ia meminta PLN segera menyelesaikan gangguan sistem kelistrikan agar pasokan listrik kembali normal. Ia juga menuntut agar skema kompensasi yang dijanjikan PLN benar-benar direalisasikan kepada masyarakat.
Unjuk rasa ini menjadi aksi kedya yang menyuarakan keresahan warga atas krisis kelistrikan di Kalimantan Selatan. Sebelumnya, massa dari Aliansi Pemuda Banjarmasin juga telah menyampaikan tuntutan serupa di lokasi yang sama pada Selasa, 28 Juli 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....