Kaum Ibu Keluhkan Dampak Pemadaman Listrik Bergilir

  • 30 Jul 2026 00:03 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di wilayah Kalimantan Selatan berdampak besar terhadap aktivitas rumah tangga. Kaum ibu menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan kesulitan atas kondisi tersebut.

Dalam aksi unjuk rasa di kantor PLN UP3 Banjarmasin pada Rabu, 29 Juli 2026, sejumlah perempuan menyampaikan langsung keresahan mereka. Salah seorang perwakilan massa, Alin Markani, mengungkapkan para ibu turut mengalami kerugian, terutama bagi para ibu menyusui.

"Biasanya ibu menyusui yang juga sekaligus pekerja kan menyimpan ASI (air susu ibu) di dalam kulkas. Kalau kondisinya mati lampu kulkasnya tidak berfungsi, akhirnya ASI tidak bisa diberikan kepada anak-anak mereka," ujarnya kepada awak media.

Ia menuntut agar pemadaman listrik ini dapat segera berakhir dan kembali ke kondisi normal agar aktivitas masyarakat tidak terganggu. Selain itu, ia juga mengharapkan rencana kompensasi yang dijanjikan PLN dapat terealisasi secara nyata.

"Kompensasinta bisa saja pemotongan tagihan selama perbaikan berlangsung misalnya. Kalau memungkinkan sekalian saja gratiskan untuk semuanya," katanya menambahkan.

Sementara itu, Asisten Manajer Transaksi Energi PLN UP3 Banjarmasin, Akhyar Rifani, mengungkapkan saat ini durasi pemadaman listrik sudah mengalami pengurangan. Langkah ini menyusul kembali beroperasinya pembangkit listrik yang sebelumnya mengalami gangguan teknis.

"Sebelumnya jika pemadaman itu lima hingga enam jam, saat ini pemadaman bisa kita pangkas menjadi tiga hingga empat jam. Jadi sudah ada perbaikan bertahap," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihak manajemen PLN bersama perwakilan Pemerintah Kota Banjarmasin telah menemui PLN pusat secara langsung. Langkah koordinasi ini dilakukan sebagai upaya mendorong percepatan pemulihan pembangkit listrik.

Sebelumnya dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan atas keresahan krisis kelistrikan yang terjadi. Salah satu fokus utama mereka adalah menuntut PLN untuk menunjukkan langsung kondisi pembangkit listrik yang selama ini diklaim mengalami kerusakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....