Teladani Ulama, Isi Waktu dengan Ilmu dan Amal
- 03 Jul 2026 17:59 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Menghargai waktu adalah pelajaran berharga dari para ulama untuk meraih kesuksesan dan pengabdian yang terus dikenang sepanjang zaman.
- Para ulama mengisi waktu mereka dengan belajar, mengajar, menulis, dan berdakwah, menciptakan warisan ilmu yang terus memberi manfaat.
- Masyarakat modern dihadapkan tantangan berbeda dengan distraksi media sosial, sehingga perlu menyisihkan waktu untuk Al-Qur'an, belajar agama, dan pengembangan diri.
- Setiap orang memiliki kesempatan menjadi pribadi bermanfaat dengan menjaga waktu, memperbaiki niat, dan menebarkan ilmu kepada sesama.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menghargai waktu menjadi salah satu pelajaran berharga yang diwariskan para ulama kepada generasi masa kini. Kebiasaan memanfaatkan waktu untuk hal-hal bermanfaat dinilai menjadi kunci lahirnya karya dan pengabdian yang terus dikenang sepanjang zaman.
Hal tersebut disampaikan Anggota Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kalimantan Selatan, H. Musthofal Fitri, Lc., saat dialog di RRI Pro1 Banjarmasin, Kamis, 2 Juli 2026. Menurutnya, keberhasilan para ulama tidak hanya lahir dari kecerdasan, tetapi juga dari kedisiplinan dalam mengelola waktu.
“Para ulama sangat menghargai waktu karena mereka memahami bahwa umur manusia sangat singkat,” ucap Musthofal Fitri. “Hampir tidak ada waktu yang mereka biarkan berlalu tanpa manfaat.”
Ia menjelaskan, para ulama mengisi hari-harinya dengan belajar, mengajar, menulis, dan berdakwah. Kebiasaan tersebut membuat ilmu yang mereka tinggalkan terus memberi manfaat bagi umat hingga saat ini.
Menurut Musthofal Fitri, tantangan masyarakat modern berbeda dengan masa para ulama terdahulu. Kehadiran media sosial dan berbagai bentuk distraksi membuat banyak orang kehilangan kesempatan untuk mengembangkan diri.
“Jangan sampai waktu habis hanya untuk perkara yang tidak memberi manfaat. Sisihkan waktu setiap hari untuk membaca Al-Qur'an, belajar agama, dan meningkatkan kualitas diri,” katanya.
Ia menambahkan, ilmu yang diamalkan merupakan investasi jangka panjang yang pahalanya terus mengalir. Karena itu, setiap orang memiliki kesempatan menjadi pribadi yang bermanfaat sesuai kemampuan yang dimiliki.
“Setiap orang bisa menjadi manusia yang bermanfaat sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Musthofal Fitri. “Mulailah dengan menjaga waktu, memperbaiki niat, lalu terus menebarkan ilmu dan kebaikan kepada sesama.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....