Belajar Sepanjang Hayat, Bekal Penting bagi Muslim

  • 29 Agt 2026 19:53 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Belajar adalah proses berkelanjutan yang tidak mengenal batasan usia dan waktu, menjadi bagian integral dari perjalanan hidup seorang Muslim hingga akhir hayat.
  • Semangat belajar sepanjang hayat sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur'an yang mendorong manusia untuk membaca, berpikir, mengamati, dan meningkatkan pengetahuan.
  • Prof. Dr. H. Mahyuddin Barnie dari UIN Antasari Banjarmasin menyebut ilmu sebagai jendela untuk memahami dunia dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Belajar merupakan proses yang tidak mengenal batas usia dan waktu. Dalam kehidupan seorang Muslim, mencari ilmu bukan hanya dilakukan saat berada di bangku sekolah atau perguruan tinggi, tetapi menjadi bagian dari perjalanan hidup hingga akhir hayat.

Semangat belajar sepanjang hayat sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur'an yang mendorong manusia untuk membaca, berpikir, mengamati, dan meningkatkan pengetahuan. Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. H. Mahyuddin Barnie, M.Ag., dalam acara Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 29 Agustus 2026, menyebut ilmu sebagai jendela untuk memahami dunia dan menjalani kehidupan.

“Ilmu adalah jendela dunia. Oleh karena itu, hendaknya perbanyak pengetahuan dengan belajar dan terus belajar,” ujar Mahyuddin Barnie. “Nabi Muhammad saw pun diperintahkan Allah Swt untuk menuntut ilmu pengetahuan.”

Menurutnya, aktivitas membaca dan belajar memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Perintah membaca tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas memahami tulisan, tetapi juga sebagai dorongan untuk mempelajari kehidupan, memahami alam semesta, dan mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa.

Ia menyampaikan, ilmu memiliki peran penting dalam membentuk karakter manusia agar mampu berpikir dan mengambil keputusan dengan lebih baik. Belajar sepanjang hayat juga berkaitan dengan kemampuan seseorang melakukan refleksi terhadap berbagai pengalaman dalam kehidupan.

Prof. Mahyuddin menjelaskan, pada era digital kesempatan untuk belajar semakin terbuka luas. Masyarakat dapat memperoleh pengetahuan melalui buku, pendidikan formal, kajian keagamaan, maupun berbagai sumber pembelajaran digital.

Namun, kemudahan memperoleh informasi perlu diiringi kemampuan memilih dan memilah pengetahuan yang benar serta memberikan manfaat. Proses belajar tidak hanya bertujuan menambah wawasan, tetapi juga membentuk sikap dan kemampuan seseorang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Dengan demikian, belajar sepanjang hayat dalam perspektif Al-Qur'an bukan sekadar upaya memperoleh pengetahuan. Proses tersebut juga menjadi bagian dari pembentukan manusia yang beriman, berpikir kritis, memiliki wawasan, dan mampu mengambil hikmah dari berbagai pengalaman kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....