Di Balik Meriahnya CFD Banjarmasin, Status Hukumnya Masih Abu-Abu

  • 03 Jul 2026 12:27 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Di balik tingginya antusiasme masyarakat, pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Masjid Raya Sabilal Muhtadin tenyata masih berstatus uji coba. Hingga kini, SKPD teknis di Pemko Banjarmasin belum juga menerbitkan Surat Keputusan (SK) penetapan lokasi yang menjadi dasar hukum pelaksanaan kegiatan tersebut.

Namun demikian, pelaksanaan CFD setiap Minggu pagi terus dipenuhi masyarakat. Kawasan tersebut dipadati warga yang memanfaatkan ruang bebas kendaraan untuk berolahraga, bersantai, hingga berburu kuliner.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, mengungkapkan pelaksanaan uji coba selama beberapa pekan terakhir berjalan lancar. Hal itu bisa terkendali berkat sinergi antara Dinas Perhubungan, kepolisian, dan Satpol PP.

"Dari hasil pantauan kami, masyarakat cukup antusias. Sudah beberapa minggu kami berada di lapangan dan masyarakat menyambut baik pelaksanaan Car Free Day," kata Slamet, Jumat, 3 Juli 2026.

Slamet mengakui, secara administratif lokasi CFD masih menunggu terbitnya SK penetapan lokasi dari instansi berwenang. Menurutnya, dokumen tersebut menjadi landasan penting agar kegiatan dapat dilaksanakan secara permanen dengan kepastian hukum.

"Padahal SK itu penting sebagai dasar pelaksanaan Car Free Day. sehingga kegiatan ini bisa berjalan secara resmi, permanen, dan lebih terkoordinasi," ujarnya.

Ia menegaskan, tujuan utama Car Free Day bukan sekadar menghadirkan ruang rekreasi bagi masyarakat. Melainkan menjadi bagian dari upaya mengendalikan pencemaran udara dengan membatasi aktivitas kendaraan bermotor pada waktu tertentu.

"Car Free Day dilaksanakan sekitar pukul 06.00 hingga 08.30 Wita. Dalam rentang waktu itu diharapkan dapat mengurangi emisi karbon dari kendaraan sehingga memberikan dampak positif bagi kualitas lingkungan," ucapnya.

Selama pelaksanaan CFD, Dishub bersama kepolisian dan Satpol PP memprioritaskan pengamanan kawasan. Selain itu juga pengaturan arus lalu lintas agar area bebas kendaraan tetap steril dan aman bagi masyarakat.

Meski mendapat respons positif, sejumlah persoalan masih menjadi evaluasi. Penataan pedagang kaki lima (PKL) dan membludaknya pengunjung menyebabkan parkir kendaraan memenuhi ruas Jalan masih menjadi catatan.

"Kami berharap parkir cukup satu lapis dan ditata lebih rapi. Begitu juga PKL nantinya bisa ditata agar kawasan Car Free Day semakin nyaman, tertib, dan aman bagi masyarakat," ujar Slamet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....