PKK Kalsel Perkuat Edukasi Cegah Stunting dan Perbaiki Sanitasi

  • 02 Jul 2026 14:40 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penurunan angka stunting dan perbaikan sanitasi lingkungan menjadi fokus utama Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan. Upaya tersebut terus dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup bersih dan pemenuhan gizi sejak dini.

Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, dr. Hj. Sri Wahyuni, M.M.Kes., mengatakan pencegahan stunting sebaiknya dimulai sejak masa kehamilan. Menurutnya, seribu hari pertama kehidupan merupakan masa yang sangat menentukan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

“Oleh sebab itu, ibu hamil wajib memenuhi asupan zat besi dan nutrisi harian. Hal ini agar terhindar dari risiko gangguan tumbuh kembang,” kata Sri Wahyuni.

Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, dr. Hj. Sri Wahyuni, M.M.Kes.,

Ia juga menekankan pentingnya pemberian imunisasi dasar lengkap bagi anak usia nol hingga dua tahun melalui posyandu. Menurutnya, langkah tersebut dapat melindungi anak dari berbagai penyakit infeksi yang berpotensi mengganggu pertumbuhan.

“Gangguan tumbuh kembang anak sering dipicu oleh penyakit yang berulang. Seperti diare akibat lingkungan yang kurang bersih,” ujarnya.

Sri Wahyuni menambahkan, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), ketersediaan air bersih, serta sanitasi yang layak menjadi faktor penting dalam mendukung kesehatan keluarga.

“PKK Kalsel terus mendorong masyarakat mengubah kebiasaan lama. Hal ini untuk memutus mata rantai penularan penyakit pada balita,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Dra. Hj. Djuhairiah Djuhdi, M.M.Kes., mengatakan persoalan sanitasi masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah. Menurutnya, masih terdapat rumah yang telah memiliki jamban, tetapi belum dilengkapi tangki septik yang memenuhi standar.

“Transformasi perilaku higienis ini terus kita kawal bersama. Hal ini agar tidak mencemari sumber air konsumsi masyarakat,” ucap Djuhairiah.

Wakil Ketua Pokja IV TP PKK Kalimantan Selatan, Dra. Hj. Djuhairiah Djuhdi, M.M.Kes.

Selain perbaikan sanitasi, PKK Kalsel juga mengoptimalkan peran kader Dasawisma untuk melakukan pendampingan kepada keluarga. Setiap kader bertugas memantau kondisi kesehatan sepuluh rumah tangga di lingkungannya, termasuk mendorong pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Pendampingan ini diharapkan mampu mendeteksi potensi gangguan kesehatan keluarga sejak dini,” ujarnya. “Dengan demikian, masalah kesehatan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius.”

Melalui berbagai program edukasi, PKK Kalimantan Selatan mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah stunting. Menurut Djuhairiah, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesadaran setiap keluarga dalam menjaga gizi, kebersihan lingkungan, dan kesehatan anak.

“PKK Kalsel optimistis target penurunan angka stunting dapat tercapai. Hal ini seiring meningkatnya kesejahteraan dan pemahaman masyarakat,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....