Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh Bakal Jadi Mesin PAD Banjarmasin

  • 31 Agt 2026 10:07 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin membidik potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Taman Satwa dan Edukasi Jahri Saleh. Kawasan yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata dan edukasi tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi seiring meningkatnya aktivitas dan kunjungan masyarakat.

Kepala Bidang Pendataan BPKPAD Kota Banjarmasin, Muhammad Syahid, mengatakan pihaknya telah mulai melakukan pendataan dan pemetaan terhadap berbagai sumber pendapatan yang berpotensi. Di antaranya retribusi parkir, tarif masuk pengunjung hingga penggunaan wahana yang nantinya dikelola melalui perangkat daerah terkait.

“Sasaran kita salah satunya PAD di Taman Satwa Edukasi ini. Retribusi parkir dari Dishub (Dinas Perhubungan) dan tarif masuk dari DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan),” ujarnya.

Meski demikian, BPKPAD belum dapat memastikan besaran target PAD yang bisa dihasilkan dari Taman Satwa Edukasi Jahri Saleh. Pasalnya, tarif masuk kawasan tersebut masih menunggu pembahasan dan penetapan Peraturan Daerah (Perda).

“Masih tahap pembahasan Perdanya karena nanti akan ditetapkan tarif masuk taman. Belum lagi tarif masuk wahana,” katanya.

Selain mengejar potensi pendapatan, BPKPAD juga menyiapkan sistem pembayaran digital untuk mendukung perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Retribusi parkir dan tiket masuk Taman Satwa Edukasi Jahri Saleh nantinya direncanakan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan transaksi yang masuk melalui Bank Kalsel.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dalam memperluas penggunaan transaksi non-tunai di berbagai sektor penerimaan daerah. “Mungkin dalam persiapan lagi untuk penggunaan QRIS pada retribusi parkir atau masuk. Hal ini bagian upaya dalam memperluas penggunaan transaksi non-tunai,” ujar Syahid.

Ia menambahkan, digitalisasi pembayaran saat ini terus didorong, terutama untuk retribusi parkir. BPKPAD bahkan menggandeng Dinas Perhubungan untuk memetakan titik-titik parkir yang telah menggunakan QRIS.

“Kita sudah koordinasikan dengan Dishub. Titik mana saja di Kota Banjarmasin mengenai retribusi parkir yang menggunakan QRIS saat pembayaran,” ucapnya.

Untuk meningkatkan penggunaan transaksi digital, BPKPAD juga memberikan stimulus bagi juru parkir yang aktif menggunakan QRIS. Selama tiga bulan ke depan, akan dilakukan pengundian dengan total hadiah mencapai Rp120 juta yang berasal dari Bank Indonesia.

“Di mana titik-titik parkir yang telah ditetapkan menggunakan QRIS akan kita undi. Masuknya lewat Bank Kalsel, di situ kita nilainya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....