Listrik Padam, Layanan Disdukcapil Lumpuh! Warga Banjarmasin Pulang Kecewa
- 02 Jul 2026 13:29 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Banjarmasin memukul pelayanan publik. Salah satu dampak paling nyata dirasakan masyarakat yang mengurus dokumen administrasi kependudukan.
Misalnya di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banjarmasin Utara, layanan mendadak terhenti saat aliran listrik padam. Akibatnya, warga yang sudah datang untuk mengurus dokumen seperti Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP) terpaksa pulang dengan tangan hampa.
Kekecewaan itu dirasakan Nurrahmah, warga Jalan Jahri Saleh yang mengaku sangat dirugikan karena harus bolak-balik untuk mengurus Kartu Keluarga akibat pemadaman listrik. Bahkan Ia rela menutup dagangannya untuk memproses administrasi kependudukannya, namun tiada hasil akibat listrik padam.
"Sangat mengganggu, karena harus bolak-balik mengurusnya. Harapan saya jangan mati-mati lagi lampu," kata Nurrahmah, saat ditemui di UPT Disdukcapil Banjarmasin Utara, Kamis, 02 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kota Banjarmasin, Helfiannoor, tak menampik bahwa pemadaman listrik menjadi hambatan bagi pelayanan administrasi kependudukan. Pasalnya, hampir seluruh proses pelayanan kini bergantung pada sistem digital yang membutuhkan pasokan listrik dan jaringan internet secara terus-menerus.
"Pencetakan KTP, KK, hingga seluruh administrasi kependudukan sekarang berbasis digital. Ketika listrik padam, otomatis pelayanan ikut berhenti karena sistem tidak bisa dijalankan," kata Helfi, di sela-sela peninjauannya ke UPT Disdukcapil Banjarmasin Utara.
Untuk meminimalkan dampak terhadap masyarakat, Disdukcapil mengalihkan sebagian pelayanan ke UPT Kecamatan Banjarmasin Tengah maupun ke kantor Disdukcapil Kota Banjarmasin. Selain itu, operator dari UPT Banjarmasin Utara juga diarahkan melakukan input data dari kantor Disdukcapil agar proses pelayanan tetap berjalan.
"Karena pelayanan kita sudah berbasis digital, tentu pemadaman listrik menjadi kendala. Kami memberikan alternatif kepada warga untuk memanfaatkan layanan di UPT Kecamatan Banjarmasin Tengah atau langsung ke kantor Disdukcapil Kota Banjarmasin agar pelayanan tetap bisa dilakukan," ujarnya.
Helfi berharap pihak PLN dapat memberikan perhatian khusus terhadap kantor-kantor pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, solusi yang paling realistis bukan menghentikan pemadaman listrik, melainkan mengatur ulang jadwalnya agar tidak berlangsung pada jam pelayanan.
"Kalau memungkinkan, jadwal pemadaman jangan dilakukan pada pagi hingga siang hari. Sebab seluruh data pelayanan digital kami harus sudah masuk ke sistem sebelum jam tersebut," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....