Temukan Adanya Pelanggaran, Pertamina Bina Layanan Pertalite SPBU A. Yani Km 5
- 30 Jun 2026 18:17 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Jalur pengisian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite di SPBU Jalan Ahmad Yani Km 5 Banjarmasin hingga kini masih ditutup total dari aktivitas pelayanan. Penghentian penjualan bahan bakar tersebut disebabkan oleh adanya temuan pelanggaran operasional di lapangan.
Terkait sanksi tersebut, Sales Area Manager Retail Pertamina Kalsel, Bondan Tri Wibowo, membenarkan bahwa fasilitas pengisian itu sengaja dihentikan sementara karena sedang dalam masa pembinaan. Meski belum merinci jenis pelanggaran yang terjadi, ia menegaskan penindakan ini sudah sesuai dengan mekanisme internal yang berlaku.
“SPBU tersebut sedang kami lakukan pembinaan, ada temuan pelanggaran dan kami lakukan tindakan sesuai mekanisme internal. Sanksi yang diberikan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.
Bondan menambahkan pihak Pertamina juga terus menjalin komunikasi intensif dengan aparat penegak hukum untuk mengawasi jalannya distribusi BBM di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM ke depannya bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada.
“Apabila ditemukan indikasi yang memerlukan tindak lanjut hukum, Pertamina pasti akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Pertamina berkomitmen untuk melakukan penyaluran BBM JBKP (Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan) pertalite berjalan sesuai ketentuan,” katanya.
Penutupan jalur pertalite yang berlangsung sejak Sabtu, 27 Juni lalu ini memicu kebingungan bagi konsumen di lapangan. Kondisi tersebut memaksa sejumlah pengendara yang telanjur masuk ke area SPBU harus memutar balik kendaraan mereka.
Mengenai dampak penutupan tersebut, salah seorang pengendara, Siti, mengaku tidak mengetahui adanya penghentian penjualan pertalite di SPBU tersebut. Akibatnya, ia terpaksa harus mencari pasokan bahan bakar ke lokasi lain.
"Belum tahu kalau pertalite tidak ada lagi. Jadi tadi pas masuk ternyata sudah tidak dijual lagi pertalite-nya," kata Siti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....