Soroti Karhutla, Aliansi BEM se-Kalsel Sambangi Gedung DPRD
- 21 Agt 2026 08:08 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalsel. Aksi yang berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026 tersebut membawa delapan tuntutan utama terkait isu daerah hingga nasional.
Massa bergerak dari titik kumpul di kawasan siring Patung Bekantan menuju lokasi aksi sambil membentangkan spanduk aspirasi. Mereka menyoroti persoalan penanganan karhutla dan kabut asap, pemulihan layanan listrik, pengawasan BBM, hingga pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.
Perwakilan massa aksi, Rizky, menegaskan pihaknya menuntut langkah konkret dari pemerintah daerah terkait seluruh poin tuntutan. Pihaknya memberikan batas waktu dua minggu bagi para pemangku kebijakan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Kita mau langkah konkret dengan tenggat waktu yang sudah kami tentukan yakni dua minggu. Kami meminta pemangku kebijakan bisa menjawab itu," ujarnya.
Rizky menjelaskan penanganan bencana alam dan karhutla yang turut diperparah dengan fenomena El Nino harus dilakukan secara komprehensif hingga ke akar masalah. Pihaknya menilai kebijakan pemangku kepentingan turut menjadi faktor pemicu terjadinya bencana krisis lingkungan.
"Terkait permasalahan alam itu bisa terjadi di manapun dan kapanpun. Namun, faktor cuaca ekstrem itu terjadi karena kebijakan dari para pemangku kebijakan juga, inilah yang menjadi penyebab krisis ekologi terjadi," katanya menambahkan.
Usai menyampaikan aspirasinya,assa aksi merasa belum puas dengan jawaban yang disampaikan para pejabat daerah serta pemangku kebijakan yang hadir. Pihaknya berencana menggelar aksi lanjutan guna mengawal pemenuhan seluruh tuntutan tersebut secara tuntas.
Menyikapi tuntutan mahasiswa, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus bekerja keras menanggulangi karhutla di lapangan. Ia menilai tenggat waktu dua minggu yang diminta massa terlalu singkat untuk menyelesaikan persoalan kompleks di lapangan.
"Waktu dua minggu itu terlalu singkat. Karena di lapangan peristiwa tersebut bisa saja terjadi lagi akibat faktor alam maupun adanya pembakaran yang dilakukan oleh masyarakat," ucapnya.
Supian HK mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar dampak musibah karhutla tidak makin meluas. Pihaknya memastikan koordinasi bersama instansi teknis dan Pemprov Kalsel terus berjalan intensif.
Sementara itu, penjelasan poin tuntutan lain telah disampaikan langsung oleh perwakilan pemangku kebijakan terkait yang hadir di lokasi. Pihak Pertamina, PLN, hingga jajaran SKPD turut membuka ruang dialog secara terbuka dengan massa aksi.
Aksi unjuk rasa yang sempat memanas tersebut akhirnya berakhir sekitar pukul 19.00 Wita. Massa membubarkan diri secara tertib usai membacakan pernyataan sikap bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....