Tradisi Manakib Urang Banjar, Jejak Hijrah Spiritual dan Nilai Keteladanan
- 21 Jun 2026 18:08 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat, 19 Juni 2026, membahas tema "Membincang Aspek Hijrah Spiritual dalam Tradisi Manakib Urang Banjar". Siaran edisi ini menghadirkan narasumber Akademisi UIN Antasari, Rahmadi, S.Ag., M.Pd.I., didampingi mahasiswanya, Muhammad Ilyas.
Rahmadi menjelaskan bahwa tradisi manakib dalam masyarakat Banjar dapat dilihat dari dua sisi, yaitu aspek intelektual dan budaya. Dari sisi intelektual, tradisi ini dituangkan dalam bentuk penulisan risalah atau kitab manakib.
“Ulama-ulama Banjar banyak yang menulis manakib,” katanya. “Baik itu manakib ulama Banjar itu sendiri, manakib tokoh-tokoh Timur Tengah, maupun kelompok Habib.”
Selain itu, terdapat pula penulisan manakib tokoh perempuan seperti Siti Khadijah dan Fatimah Az-Zahra. Tidak hanya itu, manakib juga ditulis tentang ulama lokal seperti Syekh Datu Kalampayan, Abah Guru Zuhdi, dan tokoh lainnya.
Manakib tersebut ditulis dalam berbagai bahasa, seperti Arab, Arab Melayu, dan bahasa Indonesia. Tulisan-tulisan itu umumnya berkaitan dengan perjalanan hijrah spiritual para tokoh yang diceritakan di dalamnya.
Dari sisi budaya, Rahmadi menjelaskan bahwa pembacaan manakib biasanya dilakukan pada momen-momen tertentu seperti haul ulama. Selain itu, tradisi ini juga digelar ketika masyarakat memiliki hajat tertentu karena diyakini dapat menjadi wasilah keberkahan dan terkabulnya doa.
Narasumber menekankan bahwa di dalam manakib terdapat banyak pelajaran berharga bagi umat Islam. Dari aspek hijrah spiritual, keteladanan dan perjalanan kesalehan para ulama diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....