SPMB Online di Banjarmasin, Banyak Orang Tua Ragu-Ragu
- 11 Jun 2026 11:31 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Banjarmasin diwarnai antrean orang tua. Mereka memilih datang langsung ke sekolah karena ragu dan kesulitan mengakses sistem pendaftaran daring.
Nurul, orang tua siswa, mengaku lebih memilih datang langsung ke sekolah karena belum terbiasa menggunakan aplikasi pendaftaran daring. Pada SPMB tahun ini, calon siswa dapat memilih tiga sekolah dan Nurul menjadikan SMPN 31 sebagai pilihan utama.
“Kebetulan ini pertama kali mendaftarkan anak masuk SMP karena anak ulun tunggal. Karena kurang terbiasa menggunakan gadget, ulun langsung datang ke sekolah,”ujarnya.
Diketahui, proses seleksi gelombang pertama dibuka untuk jalur prestasi akademik, non-akademik, dan afirmasi, sejak 9 – 11 Mei 2026. Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengakui, mayoritas wali murid di beberapa wilayah masih memerlukan pendampingan intensif untuk menginput data ke sistem digital.
“Meskipun pendaftaran dilakukan secara online, pihak sekolah telah menyiagakan operator untuk membantu warga yang datang langsung. Gelombang pertama ini diperuntukkan bagi jalur prestasi, baik akademik maupun non-akademik, serta jalur afirmasi,” ujar Ryan Utama.
Ia menambahkan, dengan kondisi tesebut, panitia sekolah harus menambah tenaga operator untuk melayani pendaftaran secara langsung. Ia menegaskan, setiap data yang diinput oleh operator wajib diperiksa ulang oleh orang tua sebelum ditandatangani sebagai bentuk verifikasi.
“Setiap wilayah dan sekolah memiliki karakteristik warga yang berbeda-beda. Di sekolah lain mungkin rata-rata sudah menginput mandiri lewat gadget masing-masing, dan yang datang ke sekolah hanya yang memiliki kendala saja,” ujarnya.
Di sisi lain, Disdik Banjarmasin juga menyoroti tren menurunnya jumlah pendaftar di sekolah-sekolah kawasan pinggiran kota pada tahun-tahun sebelumnya. Untuk mengatasinya, para kepala sekolah diminta lebih agresif membangun citra sekolah.
“Kami sudah memberikan pengayaan kepada kepala sekolah mengenai bagaimana mem-branding sekolah mereka. Penting untuk memunculkan unggulan-unggulan sekolah, baik akademik maupun non-akademik, agar siswa SD lebih tertarik mendaftar,” ucap Ryan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....