Penjualan Merosot, Pedagang Batik Tetap Optimistis

  • 11 Jun 2026 11:07 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Batik yang selama ini menjadi salah satu warisan budaya Indonesia menghadapi tantangan baru di era modern. Sejumlah pengrajin dan penjual batik mengaku minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap batik tradisional mulai mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun lalu.

Salah seorang pedagang baju batik, Mujrino yang berjualan di salah satu pasar tradisional, Kota Banjarmasin. Ia memiliki toko bernama HNT Jerry yang berlokasi di Pasar Baru Permai Lantai II Blok B, mengaku telah berjualan selama kurang lebih 30 tahun.

“Saya sudah berjualan kurang lebih 30 tahun di pasar tradisional banjarmasin,”ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026. “Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, saya berjualan baju batik, hampir separuh hidup saya gunakan berjualan,”katanya.

Pedagang batik tersebut diketahui tinggal di Komplek Bumi Handayani, Banjarmasin. Selama puluhan tahun, ia menggantungkan hidup dari hasil penjualan batik di pasar tersebut.

Mujrino mengungkapkan bahwa kondisi penjualan saat ini mengalami penurunan yang sangat signifikan. Ia memperkirakan penurunan penjualan hampir mencapai 90 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

Menurutnya, dalam sehari belum tentu ada pembeli yang datang ke tokonya, kondisi tersebut terlihat jelas saat ditemui di lokasi tempat ia berjualan pada siang hari. “Sekarang peminat batik sudah sangat menurun, bahkan dalam sehari saya berjualan belum tentu ada yang membeli,” ucapnya.

Meski demikian, Mujrino tetap berusaha dan menjaga semangat dalam mencari rezeki. Ia meyakini bahwa rezeki telah diatur oleh Tuhan, sementara manusia hanya bisa berikhtiar.

Untuk harga, baju batik yang dijualnya bervariasi tergantung jenis dan kualitas bahan. Harga batik di tokonya berkisar mulai dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per potong, dan ia berharap kondisi pasar dapat kembali membaik seperti dulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....