Rupiah Melemah Beri Dampak Berbeda bagi Pelaku Ekonomi
- 06 Jun 2026 14:14 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memberikan dampak yang berbeda bagi sektor ekonomi di Indonesia. Kondisi ini dapat menjadi keuntungan bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor, namun juga menimbulkan tantangan bagi sektor yang bergantung pada impor.
Menguatnya nilai tukar dolar membuat penerimaan eksportir meningkat ketika hasil transaksi dalam mata uang asing dikonversikan ke rupiah. Situasi ini berpotensi menjual komoditas ke pasar internasional.
Di samping itu, pelemahan rupiah menyebabkan biaya impor menjadi lebih mahal. Dampak ini dirasakan oleh industri yang masih mengandalkan produksi uang berasal dari luar negeri.
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Catur Arianto Widodo, mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini dilakukan melalui sejumlah kebijakan yang bertujuan menjaga kepercayaan pasar pada perekonomian nasional.
Menurutnya, salah satu instrumen uang kerap disampaikan pemerintah adalah Bond Stabilization Fund. Dana ini dirancang mendukung stabilitas pasar keuangan dan membantu menjaga pergerakan nilai tukar agar tetap sesuai dengan kondisi fundamental ekonomi.
“Keberadaan Bond Stabilization Fund diharapkan dapat memberikan ruang bagi pemerintah dalam meredam gejolak yang terjadi di pasar keuangan. Dalam hal ini, pergerakan kurs tidak terlalu dipengaruhi faktor-faktor jangka pendek yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian,” ujarnya.
Bank Indonesia juga menempuh kebijakan moneter melalui penyesuaian suku bunga acuan menjaga stabilitas ekonomi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menempatkan dana pada instrumen keuangan domestik sehingga tekanan pada permintaan dolar berkurang dan nilai tukar rupiah menjadi terkendali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....