Kemarau Mengintai! PAM Bandarmasih Turun ke Sungai Bilu Waspadai Ancaman Air Asin

  • 05 Jun 2026 10:17 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Musim kemarau yang mulai terasa di Kota Banjarmasin membuat PAM Bandarmasih (Perseroda) meningkatkan kewaspadaan. Ancaman intrusi air asin yang berpotensi masuk ke aliran Sungai Martapura menjadi perhatian serius perusahaan daerah tersebut demi menjaga pasokan air bersih bagi ribuan pelanggan.

Sebagai langkah antisipasi, Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, bersama Direktur Operasional, Irwan Firmana, turun langsung meninjau kondisi Intek Sungai Bilu. Lokasi tersebut merupakan salah satu sumber air baku utama yang menopang kebutuhan air bersih masyarakat Kota Banjarmasin.

Peninjauan dilakukan setelah beberapa hari terakhir wilayah Banjarmasin nyaris tidak diguyur hujan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu penurunan debit air sungai dari wilayah hulu yang pada akhirnya membuka peluang masuknya air laut ke aliran Sungai Martapura.

“Beberapa hari terakhir tidak turun hujan, sehingga kami bersama Direktur Operasional melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sumber air baku tetap aman. Sekaligus juga mengantisipasi apabila terjadi perubahan kondisi di Sungai Bilu,” ujar Zulbadi.

Menurutnya, intrusi air asin merupakan salah satu ancaman yang harus diwaspadai saat musim kemarau berlangsung dalam waktu lama. Ketika debit air tawar menurun, tekanan air laut bisa masuk lebih jauh ke wilayah sungai dan memengaruhi kualitas air baku yang digunakan untuk diolah menjadi air bersih.

Namun demikian, hasil pemantauan terbaru menunjukkan kondisi sumber air baku masih berada dalam keadaan aman dan belum terdampak intrusi air asin. “Alhamdulillah, sampai saat ini kondisi air baku masih dalam batas normal dan belum mengganggu operasional Intek Sungai Bilu. Sumber air yang digunakan untuk proses pengolahan juga masih aman,” katanya.

Sementara itu, Direktur Operasional PAM Bandarmasih, Irwan Firmana, memastikan pihaknya tidak akan lengah menghadapi potensi perubahan kondisi cuaca. Pengawasan terhadap kualitas air baku terus dilakukan secara rutin melalui berbagai pengukuran di lapangan.

Ia menegaskan, jika hujan masih belum turun dalam beberapa pekan mendatang, pengawasan akan diperketat untuk mengantisipasi perubahan kualitas air secara cepat. “Jika dalam beberapa minggu ke depan masih belum turun hujan, maka intensitas pemantauan akan kami tingkatkan. Pengecekan kualitas air akan dilakukan lebih sering untuk memastikan kondisinya tetap berada dalam batas normal,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada kualitas air, tim operasional PAM Bandarmasih juga bergerak melakukan pengurukan lumpur di sekitar area intake. Upaya ini dilakukan guna mencegah sedimentasi yang dapat menghambat proses pengambilan maupun pengolahan air baku.

“Langkah ini penting agar proses pengolahan air tetap berjalan optimal. Disamping itu agar distribusi air kepada pelanggan dapat terus berlangsung dengan lancar,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....