Intrusi Air Laut Parah, PAM Bandarmasih Hentikan Intake Sungai Bilu

  • 23 Agt 2026 08:24 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Fenomena intrusi air laut ke Sungai Bilu dilaporkan kian parah seiring berlangsungnya musim kemarau panjang yang melanda wilayah Banjarmasin. Kondisi ini menyebabkan tingkat kandungan garam pada sumber air baku tetap bertahan pada konsentrasi yang sangat tinggi.

Berdasarkan pantauan sepanjang Sabtu, 22 Agustus 2026, kadar garam di Intake Sungai Bilu stabil berada di atas angka 1.000 ppm. Akibat tingkat salinitas yang tidak memungkinkan untuk diolah tersebut, PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) mengambil keputusan untuk menghentikan total proses produksi.

Penghentian produksi secara menyeluruh ini berdampak langsung pada penurunan debit distribusi air yang sangat signifikan di berbagai kawasan layanan. Manajemen memperingatkan bahwa situasi darurat ini berpotensi menyebabkan aliran air terhenti hingga mati total di seluruh wilayah Kota Banjarmasin.

Direktur Utama PT Air Minum Bandarmasih, Zulbadi, menegaskan bahwa fenomena ini merupakan konsekuensi serius dari dampak kemarau panjang yang memicu intrusi air laut. Pihaknya tidak dapat memproses air baku yang tercemar kadar garam tinggi demi menghindari kerusakan sistem dan penurunan standar kualitas.

“Hari ini kadar garam di Intake Sungai Bilu terpantau sepanjang hari masih stabil tinggi, di atas 1.000 ppm. Dengan kondisi seperti ini, produksi dari Intake Sungai Bilu harus dihentikan total karena air baku tidak memungkinkan untuk diproses dan didistribusikan,” ujar Zulbadi.

Kebijakan penghentian operasional ini diambil sebagai langkah wajib guna menjamin keselamatan serta kelayakan pasokan air kepada warga. Pihak perusahaan berkomitmen menjaga standar kelayakan konsumsi meski berada di bawah tekanan krisis air baku.

“Kami memahami bahwa kondisi ini sangat berdampak terhadap pelayanan kepada pelanggan. Namun, kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” ucapnya.

Zulbadi juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan akibat gangguan distribusi tersebut. Seluruh jajaran teknis PAM Bandarmasih dikerahkan secara optimal untuk mencari alternatif solusi dan mempercepat proses pemulihan layanan.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Tim terus melakukan upaya maksimal untuk memulihkan pelayanan secepat mungkin,” katanya.

Menghadapi situasi darurat ini, pelanggan diimbau untuk menghemat penggunaan air bersih serta memanfaatkan pasokan yang ada secara bijak. Penurunan kapasitas produksi diperkirakan masih akan memengaruhi kontinuitas aliran air selama beberapa hari ke depan.

Sebagai langkah penanganan cepat, PAM Bandarmasih menyiagakan armada mobil tangki untuk menyalurkan air bersih darurat ke titik-titik pemukiman terdampak. Warga dapat mengajukan bantuan pasokan air tangki melalui fasilitas Call Center di 0511-3252541 atau WhatsApp Center 0811-515-146.

Pemantauan terhadap kadar garam di aliran Sungai Bilu terus dilakukan secara berkala dan intensif oleh tim teknis. Setiap perkembangan kondisi air baku dan pemulihan distribusi akan diinformasikan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi perusahaan.

Pihak PAM Bandarmasih menyampaikan rasa terima kasih atas pengertian serta kesabaran seluruh pelanggan. Sinergi dan dukungan masyarakat sangat diharapkan dalam menghadapi masa darurat intrusi air laut ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....