Kisah Siti Hajar, Inspirasi Mendidik Anak dengan Nilai Tauhid

  • 04 Jun 2026 08:44 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Siti Hajar berperan besar menanamkan nilai tauhid kepada Nabi Ismail sejak kecil.
  • Keteguhan iman Siti Hajar membentuk karakter Ismail yang taat dan tangguh.
  • Perjuangan Siti Hajar di Safa dan Marwah mengajarkan ikhtiar dan tawakal.
  • Keteladanan Siti Hajar relevan bagi keluarga modern yang menghadapi tantangan pengasuhan.
  • Kehadiran nilai keimanan dinilai lebih penting daripada sekadar kehadiran fisik orang tua.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Siti Hajar memiliki peran besar dalam menanamkan nilai tauhid dan membentuk karakter Nabi Ismail as sejak usia dini. Hal itu disampaikan Akademisi UIN Antasari, Dr. Firqah Annajiyah Mansyuroh, M.H., dalam dialog Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Kamis 4 Juni 2026.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as selama ini lebih banyak dikenal melalui peristiwa pengorbanan yang menjadi dasar ibadah kurban. Namun, di balik ketaatan Nabi Ismail as, terdapat peran penting Siti Hajar yang mendidiknya dengan nilai keimanan, kesabaran, dan keteguhan hati.

“Siti Hajar bukan sekadar tokoh pendamping dalam sejarah Islam, tetapi sosok yang membangun fondasi tauhid dalam diri Ismail sejak kecil,” ujar Dr. Firqah Annajiyah Mansyuroh. “Beliau mampu mengubah situasi sulit menjadi ruang pendidikan yang melahirkan pribadi yang taat kepada Allah.”

Dosen UIN Antasari tersebut menjelaskan, ketidakhadiran Nabi Ibrahim as secara fisik tidak membuat Nabi Ismail as tumbuh dengan rasa kehilangan atau kebencian. Siti Hajar justru mengisi ruang tersebut dengan keyakinan bahwa setiap ketentuan Allah Swt mengandung hikmah dan harus dijalani dengan penuh kepercayaan.

“Ketika Siti Hajar yakin bahwa keputusan meninggalkan mereka di lembah Bakkah adalah perintah Allah Swt, beliau menanamkan keyakinan yang sama kepada Ismail,” ucapnya. “Tauhid itulah yang kemudian membentuk ketenangan jiwa dan kesiapan Ismail menghadapi berbagai ujian.”

Ia menambahkan, perjuangan Siti Hajar saat berlari antara Bukit Safa dan Marwah menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya ikhtiar dan tawakal. Keteladanan tersebut menjadi bagian dari pendidikan kehidupan yang membentuk karakter Nabi Ismail as sebagai pribadi yang tangguh dan berserah diri kepada Allah Swt.

“Kisah Siti Hajar sangat relevan bagi keluarga masa kini, terutama bagi orang tua yang harus berpisah jarak karena pekerjaan atau tanggung jawab lainnya,” kata Dr. Firqah Annajiyah Mansyuroh. “Yang terpenting bukan sekadar kehadiran fisik, tetapi bagaimana nilai-nilai keimanan dan keteladanan tetap hadir dalam kehidupan anak.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....