Dunia Hanya Sarana, Bukan Tujuan Hidup

  • 02 Jun 2026 19:14 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Di tengah kehidupan modern, banyak orang menjalani hari seperti permainan yang dipenuhi target, persaingan, dan berbagai pencapaian. Fenomena tersebut dibahas dalam dialog di RRI Pro2 Banjarmasin pada Selasa, 2 Juni 2026.

Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari, M. Rais Nasruddin, mengingatkan bahwa kehidupan dunia memiliki sifat sementara. Pandangan tersebut selaras dengan pesan dalam Surah Al-Hadid ayat 20 yang menjelaskan hakikat kehidupan dunia.

Menurut Rais, kehidupan modern membuat banyak orang menilai keberhasilan berdasarkan pencapaian yang terlihat oleh masyarakat luas. Ukuran kesuksesan sering kali ditentukan oleh hal-hal yang bersifat materi dan pengakuan sosial.

“Banyak orang menetapkan standar hidup berdasarkan pencapaian yang tampak kasat mata,” ujarnya. “Keberhasilan sering diukur dari hal-hal yang terlihat oleh masyarakat luas.”

Ia menjelaskan bahwa jabatan, kekayaan, popularitas, hingga pengakuan sosial kerap dianggap sebagai tingkatan kesuksesan seseorang. Semakin tinggi pencapaian tersebut, seseorang sering dinilai lebih berhasil dibandingkan orang lain.

Kondisi itu dapat membuat manusia perlahan kehilangan arah dan menjadikan dunia sebagai tujuan utama kehidupan. Akibatnya, pengakuan manusia menjadi lebih penting dibandingkan penilaian Tuhan, sementara nilai-nilai yang seharusnya dijaga mulai terabaikan.

Rais mengibaratkan kehidupan dunia seperti tanaman hijau yang tumbuh subur dan terlihat begitu memikat. Namun seiring waktu, tanaman tersebut menguning, mengering, lalu hilang sebagaimana berbagai kenikmatan dunia yang bersifat fana.

Di balik sifat sementara dunia, terdapat nilai-nilai yang tetap bertahan dan menjadi bekal penting bagi kehidupan selanjutnya. Kebaikan, ibadah, serta hubungan yang baik dengan Tuhan memiliki makna yang jauh lebih mendalam bagi manusia.

“Ia lebih tepat diposisikan sebagai sarana,” ujarnya. “Yakni tempat manusia berusaha, belajar, dan mempersiapkan diri.”

Rais menegaskan bahwa hidup bukan sekadar memenangkan permainan dunia. Menurutnya, kehidupan merupakan perjalanan untuk mempersiapkan diri menuju tujuan yang lebih besar dan abadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....