Penyaluran KUR Kalsel Capai Rp1,81 Triliun hingga April 2026
- 30 Mei 2026 14:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin -Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kalimantan Selatan mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat hingga 30 April 2026 menunjukkan tren positif. Data ini berdasarkan Sistem Informasi Kredit Kementrian Keuangan. Jumat, 30 April 2026.
Kepala DJPb Kalimantan Selatan, Catur Arianto Widodo, menyampaikan total penyaluran KUR di Kalsel Rp1,81 triliun. Nilai tersebut setara 35,03 % dari target penyaluran sebesar Rp5,15 triliun.
“Penyaluran KUR diberikan kepada 24.811 debitur yang tersebar di berbagai sektor usaha produktif. KUR konvensional mendominasi sebesar Rp1.734,87 miliar atau 96,11 %, sedangkan KUR syariah mencapai Rp70,24 miliar atau 3,89 %,” ujarnya.
Secara nasional, Kalsel berada pada peringkat ke-17 dalam realisasi penyaluran KUR. Sementara di wilayah Kalimantan, Kalsel menempati posisi kedua tertinggi dalam capaian penyaluran KUR.
Sektor pertanian menjadi sektor penerima KUR terbesar dengan total penyaluran Rp622,50 miliar. Penyaluran ini diberikan kepada10.893 debitur dan menjadi sektor paling dominan dalam mendukung pertumbuhan usaha masyarakat.
“Skema mikro menjadi jenis penyaluran terbesar dengan nilai mencapai Rp1.141,05 miliar atau 63,21 % dari total realisasi. Skema ini disalurkan kepada 22.325 debitur yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro dan kecil,” ucapnya.
Dari sisi wilayah, Kota Banjarmasin mencatat penyaluran KUR tertinggi dengan nilai Rp318,75 miliar kepada 3.492 debitur. Disusul Kab Tanah Bumbu Rp243,21 miliar kepada 2.329 debitur dan Kab Banjar Rp188,70 miliar kepada 2.969 debitur.
Penyaluran berdasarkan perbankan, BRI menjadi bank dengan realisasi KUR tertinggiRp1.178,58 miliar kepada 21.358 debitur. Selanjutnya diikuti Bank Mandiri Rp195,65 miliar kepada 1.596 debitur, BNI sebesar Rp186,21 miliar kepada 564 debitur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....