Akibat Kelangkaan Solar, Modal Operasional Pertanian Kini Meningkat

  • 29 Mei 2026 11:59 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak jenis solar serta harganya yang melambung tinggi di tingkat eceran kini menjadi kendala serius bagi proses pertanian di Banjarmasin. Kondisi kelangkaan tersebut menyebabkan operasional pertanian tidak dapat berjalan maksimal.

Kelangkaan solar di tingkat eceran ini dirasakan langsung oleh salah seorang pemilik usaha penggilingan padi di kawasan Sungai Lulut Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur, Fatimah. Ia mengaku saat ini kerap kesulitan menemukan pasokan bahan bakar untuk mesin penggilingan miliknya.

"Biasanya beli di eceran, karena kalau ke SPBU langsung tidak bisa. Tapi sekarang di mana-mana susah dicari," ujarnya kepada RRI.

Menurut Fatimah, biasanya stok solar eceran cukup mudah didapatkan dengan harga normal berkisar di angka Rp12 ribu per liter. Namun kini, ia terpaksa harus membeli dengan harga hingga mencapai Rp18 ribu per liter.

Setiap harinya, Fatimah memerlukan minimal 5 liter solar untuk operasional harian. Kondisi ini pun membuatnya harus memutar otak untuk menutupi biaya operasional.

"Kita ini kan penggilingan kecil saja, jadi sangat terdampak juga. Makanya ini susah menutupi biaya harian," katanya menambahkan.

Dampak dari meroketnya harga bahan bakar ini ternyata merembet secara berantai hingga menyulitkan aktivitas lain para petani. Ketua Kelompok Tani Sekeluarga, Ahmatsyah, mengungkapkan biaya pembersihan lahan kini ikut terdampak akibat imbas situasi tersebut.

Tarif pembersihan lahan menggunakan mesin traktor kini berubah dari Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu per borongan. Hal ini karena mayoritas alat dan mesin pertanian beroperasi menggunakan bahan bakar solar.

"Penggilingan padi, combine, semuanya kena dampak. Semua sektor merasakan," ucapnya.

Ia pun khawatir harga beras dapat turut merangkak naik akibat kondisi ini. Meningkatnya keseluruhan modal operasional diyakini akan berpengaruh langsung pada harga jual di pasaran.

Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Bahan Bakar Minyak (BBM) Kalimantan Selatan terus memperketat pengawasan distribusi solar bersubsidi di sejumlah SPBU. Langkah tegas ini diambil untuk memastikan pasokan BBM subsidi tetap tersedia bagi warga yang berhak sekaligus mencegah praktik penyalahgunaan di lapangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....