Sempat Terkendala BBM, Pengangkutan Sampah TPS Belitung Kembali Normal
- 24 Jul 2026 15:22 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Belitung, Kota Banjarmasin, sempat meluber hingga ke sebagian badan jalan. Kondisi tersebut terjadi akibat operasional armada pengangkut yang sempat tersendat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Keterbatasan BBM harian membuat proses pengangkutan volume sampah dari TPS menuju TPA mengalami keterlambatan. Akibatnya, tumpukan sampah menggunung dan menimbulkan aroma tidak sedap di sekitar lokasi.
Salah seorang pedagang di sekitar kawasan TPS Belitung, Ariati, mengaku sangat terganggu dengan aroma bau busuk yang muncul. Ia menyebut kondisi tersebut membuat aktivitas berdagangnya menjadi sangat tidak nyaman.
"Bau busuknya menyengat kadang sampai bikin sakit kepala. Pelanggan juga kadang-kadang terganggu kalau bau muncul," ujarnya saat ditemui.
Ariati menambahkan bahwa tumpukan sampah yang meluber juga sempat mengganggu akses para pengguna jalan yang melintas. Ia berharap kejadian serupa tidak lagi terulang karena sangat merugikan warga sekitar.
"Kita sudah sampaikan keluhan, secara langsung atau lewat media sosia. Harapannya pengangkutan bisa selalu rutin supaya tidak menumpuk lagi," ucapnya.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin memberlakukan efisiensi konsumsi BBM bagi armada pengangkut sampah. Jatah BBM harian armada yang semula dialokasikan 40 liter kini ditekan menjadi 25 liter per hari.
Kebijakan pengurangan kuota tersebut dirasakan langsung dampaknya oleh para petugas di lapangan. Pembatasan bahan bakar membuat ruang gerak dan operasional pengangkutan menjadi terbatas.
Salah seorang sopir truk pengangkut sampah, Syahrawi, mengungkapkan pengurangan BBM ini cukup menyulitkan pekerjaan harian para sopir. Selain alokasi BBM yang dipangkas, para petugas juga harus menghadapi kendala sulitnya mendapatkan pasokan BBM di lapangan.
"Kami berharap pemangkasan BBM ini tidak terlalu banyak. Sudah jatahnya dikurangi, cari dan antre BBM-nya di SPBU juga makin susah," katanya.
Syahrawi menjelaskan bahwa situasi tersebut sempat membuat ritme pengangkutan sampah tidak berjalan sesuai jadwal harian. Namun, para petugas tetap berupaya maksimal agar sampah tidak terbengkalai terlalu lama.
"Kalau jatah BBM pas-pasan, kami jadi semakin susah di jalan saat mengangkut. Semoga ada penyesuaian lagi supaya di lapangan bisa lancar," ucapnya menambahkan.
Meski sempat membludak dan memicu keluhan warga, kondisi tumpukan sampah serta operasional pengangkutan di TPS Belitung kini telah berangsur kembali normal. Penanganan intensif terus dilakukan oleh petugas armada agar area penampungan tetap bersih terkendali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....