TPA Basirih Menghijau, Sudah Bisakah Dibuka?

  • 26 Mei 2026 12:30 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Wajah baru Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih di Banjarmasin mulai menunjukkan perubahan signifikan. Hamparan area yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah, kini perlahan tampak menghijau usai dilakukan rehabilitasi dan penutupan sejumlah zona menggunakan tanah merah.

Perubahan ini terjadi setelah dilakukan pembenahan besar-besaran oleh Pemerintah Kota pasca sanksi penyegelan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR pun meninjau langsung kawasan TPA Basirih, Selasa pagi, 26Mei 2026, memastikan proses rehabilitasi masih terus berjalan sesuai rekomendasi pemerintah pusat.

“Beberapa zona sudah kita tutup dengan tanah merah dan sekarang mulai terlihat hijau. Ini menunjukkan rehabilitasi berjalan dengan baik,” ujar Yamin.

Menurutnya, dari total 22 rekomendasi yang diberikan pemerintah pusat terkait penanganan TPA Basirih, kini hampir seluruhnya berhasil dipenuhi oleh Pemko Banjarmasin. Tersisa tinggal satu lagi yang belum selesai, yakni pemisahan antara air lindi dan air hujan.

“Dari 22 rekomendasi itu tinggal satu lagi yang belum selesai. Yakni pemisahan antara air lindi dan air hujan,” katanya.

Ia menjelaskan, penyelesaian poin terakhir tersebut menjadi kunci sebelum Pemko kembali melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait status dan pemanfaatan TPA Basirih ke depan. Wacana menjadikan kawasan TPA Basirih sebagai wisata edukasi pun mulai mencuat seiring perubahan kondisi kawasan yang kini jauh lebih tertata dibanding sebelumnya

“Kalau poin terakhir ini selesai, kita akan kembali berkoordinasi dengan pemerintah pusat apakah TPA ini nantinya bisa kembali dibuka. Atau mungkin dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi lingkungan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Yamin bersama jajaran pemerintah kota juga melakukan penanaman pohon di kawasan TPA Basirih. Tanaman yang di tanam adalah hasil bentuk ucapan ulang tahun yang diterimanya beberapa waktu lalu sekaligus simbol komitmen penghijauan lingkungan.

“Kita ingin kawasan ini tidak lagi identik dengan kumuh dan sampah semata. Tapi juga menjadi simbol perubahan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ucapnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....