Benih Padi Langka dan Mahal, Petani Keluhkan Biaya Produksi

  • 24 Mei 2026 19:02 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Lonjakan harga sejumlah jenis benih padi memicu keluhan di kalangan petani. Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada siklus pertanian secara menyeluruh.

Bagi para petani di kawasan Sungai Lulut Dalam, Banjarmasin Timur, kenaikan harga benih padi berdampak langsung pada biaya produksi. Harga benih padi jenis Siam Unus yang menjadi andalan mayoritas petani di kawasan tersebut melonjak cukup tajam.

Sebelumnya, harga benih Siam Unus hanya dibanderol sekitar Rp120 ribu per belek atau setara takaran enam kilogram. Namun saat ini, harga benih tersebut melonjak hingga mencapai Rp150 ribu per beleknya.

Salah seorang petani setempat, Suriadi, mengaku biaya modal produksinya harus bertambah akibat kondisi tersebut. Kuantitas hasil panen pun diprediksi akan berkurang akibat terbatasnya kemampuan mereka untuk membeli benih tanam.

"Benihnya banyak kosong, makanya harganya naik. Jadi kasihan juga banyak yang tidak bisa beli benih," katanya kepada RRI, Kamis, 21 Mei 2026.

Akibat kondisi tersebut, banyak petani yang akhirnya hanya menanam sesuai dengan kemampuan mereka dalam membeli benih. Dampaknya, banyak petani yang menjual hasil panen kurang dari jumlah biasanya.

"Dulu waktu harga normal kita jual 200 belek, 50 belek kita simpan. Sekarang yang dijual sudah tidak ada lagi, jadi disimpan untuk makan harian saja," ucap Suriadi.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sekeluarga, Ahmatsyah, mengungkapkan kekosongan stok benih terjadi karena banyak petani langsung menjual padi pada masa awal panen. Hal ini terjadi karena banyak dari mereka yang tidak memiliki tempat penyimpanan yang memadai.

"Jadi yang punya stok benih sebagian orang saja. Seharusnya memang kami simpan dari awal," katanya.

Menurutnya, selain modal produksi, kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada harga beras di pasaran nantinya. Saat ini harga beras Siam Unus di pasaran berkisar antara Rp16 ribu hingga Rp17 ribu per liternya.

"Harga sekarang beras Unus saja sudah naik. Sebelumnya Rp12 ribu saja per liter, bisa jadi nanti makin naik harganya," ujarnya menambahkan.

Dengan kondisi tersebut, para petani berharap harga benih padi dapat kembali normal ke depannya. Hal ini mengingat modal benih yang tinggi akan berpengaruh besar terhadap keberlanjutan sektor pertanian lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....