Penyucian Hati Jadi Kunci Akhlak dan Ketenangan Hidup

  • 21 Mei 2026 05:22 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Penyakit hati seperti iri, sombong, dan riya’ dinilai dapat merusak akhlak serta menjauhkan manusia dari ketenangan hidup
  • Konsep takhalli mengajarkan pentingnya membersihkan hati sebelum membangun akhlak mulia.
  • Muhasabah, taubat, dan pengendalian hawa nafsu menjadi langkah penting dalam penyucian jiwa

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penyucian hati dinilai menjadi langkah awal dalam membentuk akhlak dan ketenangan hidup manusia. Hal ini disampaikan Akademisi UIN Antasari, Dr. H. Hasni Noor, M.Ag, dalam dialog Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Kamis 21 Mei 2026.

Hasni Noor menjelaskan konsep takhalli (mengosongkan) sebagai proses membersihkan diri dari sifat-sifat tercela. Menurutnya, hati yang dipenuhi iri, sombong, dan riya’ akan sulit menerima kebaikan.

“Takhalli adalah upaya mengosongkan hati dari penyakit batin yang menjauhkan manusia dari Allah,” ucap Hasni Noor. “Hati harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum dihiasi akhlak mulia.”

Ia mengatakan, proses pembersihan diri dapat dilakukan melalui muhasabah, taubat, dan pengendalian hawa nafsu. Lingkungan yang baik juga dinilai sangat berpengaruh dalam menjaga kebersihan hati seseorang.

“Banyak orang ingin tenang, tetapi masih memelihara iri dan kesombongan dalam dirinya,” katanya. “Padahal ketenangan lahir dari hati yang bersih.”

Dosen PGMI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan tersebut juga menjelaskan bahwa konsep tasawuf Imam Al-Ghazali tidak hanya berbicara soal ibadah ritual, tetapi juga pembinaan karakter. Nilai tersebut masih sangat relevan di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan dan persaingan.

“Penyakit hati sering tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat besar dalam kehidupan,” ujar Dr. H. Hasni Noor. “Karena itu, membersihkan hati menjadi bagian penting dalam mendekatkan diri kepada Allah.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....