Bahaya Riya dan Bangga terhadap Amal Sendiri

  • 20 Mei 2026 13:33 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ahmad Muhajir, Ph.D., mengingatkan umat Islam agar tidak terpedaya oleh amal ibadah sendiri. Hal tersebut disampaikan dalam program Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurutnya, rasa bangga terhadap amal merupakan penyakit hati yang sangat halus. Kondisi itu muncul ketika seseorang merasa dirinya lebih baik karena rajin beribadah.

“Semakin rajin ibadah, seseorang bisa merasa dirinya lebih mulia. Padahal amal belum tentu diterima Allah Swt,” ujar Ahmad Muhajir.

Ia menjelaskan para ulama salaf justru semakin takut ketika amal mereka bertambah banyak. Mereka khawatir amal tersebut tidak ikhlas atau melahirkan kesombongan tersembunyi.

Ahmad Muhajir mengutip kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah as-Sakandari tentang bahaya terlalu mengandalkan amal sendiri. Menurutnya, seseorang mudah putus asa ketika lebih bergantung kepada amal dibanding rahmat Allah Swt.

“Yang menyelamatkan manusia bukan amal semata, melainkan rahmat Allah Swt,” ujarnya. “Karena itu, jangan berputus asa dari ampunan-Nya.”

Ia menegaskan umat Islam tetap wajib memperbanyak amal saleh. Namun, amal tersebut harus dilakukan dengan ikhlas dan penuh kerendahan hati.

Menurut Ahmad Muhajir, banyaknya amal belum tentu menjamin diterima Allah Swt. Amal diterima apabila dilakukan sesuai sunnah Rasulullah saw dan terhindar dari sifat riya.

“Perbanyak amal, tetapi jangan merasa paling baik karena amal sendiri. Tetap berharap kepada rahmat Allah Swt,” ucapnya.

Ia mengajak umat Islam menjaga keseimbangan antara ikhtiar beramal dan berharap kepada rahmat Allah Swt. Sikap rendah hati juga dinilai penting dalam menjalani ibadah sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....