Tekanan Hidup Modern Picu Kecemasan dan Krisis Spiritual

  • 12 Mei 2026 11:23 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Tekanan kehidupan dinilai dapat memicu krisis spiritual dan hilangnya makna hidup di masyarakat. Hal ini dibahas dalam program Kuliah Subuh di RRI Pro 1 Banjarmasin, Selasa, 12 Mei 2026, bersama narasumber Bashori, M.Ag., dosen sekaligus Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Antasari Banjarmasin.

Bashori menjelaskan kehidupan modern saat ini dipenuhi ketidakpastian, persaingan sosial, dan tuntutan ekonomi yang semakin tinggi. Kondisi tersebut memunculkan tekanan psikologis di tengah masyarakat.

“Satu pekerjaan dapat diperebutkan ratusan pelamar sehingga memunculkan tekanan psikologis cukup besar,” ujar Bashori. “Situasi itu membuat sebagian masyarakat hidup dalam kecemasan menghadapi masa depan.”

Ia menilai pola hidup yang hanya mengejar materi membuat manusia kehilangan ketenangan batin. Akibatnya, banyak orang mengalami kejenuhan, kehampaan, dan kehilangan makna hidup.

“Kesibukan duniawi membuat manusia menjauh dari kebutuhan spiritualnya sendiri,” katanya. “Padahal, spiritualitas membantu manusia menghadapi tekanan kehidupan.”

Menurut Bashori, manusia memerlukan keseimbangan antara kecukupan materi dan ketenangan jiwa dalam menjalani kehidupan. Ia mengutip QS. Ar-Ra’d ayat 28 tentang ketenangan hati melalui mengingat Allah Swt.

Ia menjelaskan spiritualitas Islam lahir dari kesadaran terhadap kekuasaan Allah dan keterbatasan manusia. Dari kesadaran tersebut muncul nilai kesabaran, syukur, tawakal, husnuzan, dan ridha.

“Selama kesadaran spiritual tertanam kuat, seseorang tidak mudah putus asa menghadapi ujian hidup,” ujarnya. “Ketahanan spiritual membuat manusia lebih tenang dan optimistis menghadapi masalah.”

Bashori menambahkan lemahnya spiritualitas dapat memicu stres berkepanjangan dan hilangnya semangat hidup seseorang. Dampaknya juga dapat memengaruhi hubungan keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

Untuk membangun ketahanan spiritual, masyarakat dianjurkan memperkuat ibadah dan menjaga pergaulan yang baik. Selain itu, keseimbangan antara kebutuhan dunia dan akhirat juga perlu dijaga.

“Semakin kuat spiritualitas seseorang, semakin kuat pula dirinya menghadapi persoalan kehidupan,” ucapnya. “Ketenangan sejati tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan materi, tetapi juga kedekatan dengan Allah Swt.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....