Gangster Remaja Bikin Resah! DPPPA Banjarmasin Bongkar Akar Masalah:
- 11 Mei 2026 10:44 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Fenomena maraknya aksi gangster yang melibatkan kalangan remaja di Kota Banjarmasin mulai menjadi perhatian serius berbagai pihak. Tidak hanya soal kenakalan jalanan, persoalan ini dinilai berkaitan erat dengan kondisi mental health anak, lingkungan pergaulan, hingga pengaruh media sosial yang semakin sulit dikendalikan.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin pun angkat bicara. Kepala DPPPA Banjarmasin, M Ramadhan, menilai fenomena gangster remaja tidak bisa hanya dipandang sebagai aksi kriminal biasa, melainkan ada faktor psikologis dan sosial yang ikut membentuk perilaku mereka.
“Kalau kita lihat, rata-rata yang terlibat ini usianya masih di bawah 18 tahun. Artinya mereka masih sangat rentan terpengaruh lingkungan, media sosial, pergaulan, bahkan tekanan ekonomi keluarga,” ujar Ramadhan.
Ia menegaskan, persoalan mental health atau kesehatan mental remaja menjadi salah satu faktor penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Menurutnya, banyak anak muda yang mencari pengakuan di luar rumah karena minim perhatian dan ruang berekspresi yang positif.
“Kadang mereka hanya ingin dianggap ada, ingin diakui kelompoknya. Akhirnya mereka mencari identitas dengan cara yang salah, seperti ikut gangster atau aksi konvoi yang meresahkan,” katanya.
Ramadhan juga menyoroti kuatnya pengaruh media sosial terhadap perilaku remaja saat ini. Konten kekerasan, gaya hidup bebas, hingga budaya pamer aksi berbahaya dinilai ikut memicu anak-anak untuk meniru demi eksistensi.
“Sekarang pengaruh media sosial luar biasa dan anak-anak mudah sekali terpapar konten negatif. Kalau tidak dibentengi keluarga dan lingkungan yang baik, mereka bisa terseret,” ujarnya.
Karena itu, DPPPA Banjarmasin terus menggencarkan langkah pencegahan melalui sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah. Salah satu program yang kini dijalankan adalah program Besty, yang menyasar pelajar dengan pendekatan edukatif dan komunikasi yang lebih dekat dengan anak muda.
“Kami terus turun ke sekolah lewat program Besty. Di sana kami memberikan edukasi tentang kesehatan mental, pergaulan sehat, bahaya kekerasan, hingga bagaimana anak-anak bisa menyalurkan energi mereka ke aktivitas positif,” ucap Ramadhan.
Ia berharap para remaja di Banjarmasin tidak terjebak dalam lingkungan negatif dan mulai aktif dalam kegiatan yang membangun potensi diri. Baik di bidang olahraga, seni, organisasi maupun kegiatan sosial.
“Harapan kami mereka bisa lebih banyak beraktivitas positif. Jangan sampai masa depan mereka rusak hanya karena ikut-ikutan lingkungan yang salah,” ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....