Darurat Sampah Banjarmasin, Pemko Siapkan ‘Pelajaran Wajib’ Pilah Sampah di Sekolah
- 09 Mei 2026 14:16 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemko Banjarmasin mulai menyiapkan langkah serius menghadapi kondisi darurat sampah yang kian mengkhawatirkan. Tak hanya fokus pada penanganan di lapangan, Pemko kini berencana memasukkan materi pembelajaran memilah sampah ke lingkungan sekolah.
Program tersebut disiapkan sebagai upaya membentuk kebiasaan baru sejak dini, agar generasi muda tidak lagi membuang sampah secara sembarangan tanpa pemilahan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama menegaskan, pendidikan pengelolaan sampah sudah saatnya menjadi perhatian serius di dunia pendidikan.
“Jadi seperti ekstrakurikuler. Nanti materinya dari DLH yang akan disampaikan kepada guru-guru di sekolah,” ujar Ryan.
Menurutnya, persoalan sampah di Kota Seribu Sungai tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan perubahan perilaku harus dimulai dari lingkungan sekolah. Ia menyebut, selama ini banyak sampah rumah tangga langsung dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanpa dipilah, sehingga residu sampah terus menumpuk dan memperparah kondisi lingkungan.
Saat ini, lanjut Ryan, materi pembelajaran terkait pengelolaan sampah masih dimatangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, termasuk penyiapan fasilitator untuk sekolah-sekolah. Tak hanya itu, Disdik Banjarmasin juga mulai bergerak mendata sekolah yang sudah memiliki bank sampah aktif.
“Kemarin sudah kita data sekolah mana yang sudah ada bank sampah dan statusnya seperti apa. Sedangkan yang belum ada, nanti kita data dan proses pembentukannya nanti kerja sama dengan DLH,” ujarnya.
Ryan menilai program tersebut memiliki potensi besar karena jumlah sekolah dan siswa di Banjarmasin sangat banyak. Jika dijalankan secara masif, dampaknya diyakini mampu membantu mengurangi volume sampah kota secara signifikan.
“Jika kita bicara pengelolaan sampah dengan jumlah nasabah sampah yang ada ya mudah-mudahan bisa membantu dalam pengelolaan sampah. Dampaknya mampu membantu mengurangi volume sampah kota secara signifikan,” katanya.
Menariknya, program ini bukan hanya soal edukasi lingkungan dan Pemko juga mulai memikirkan sisi ekonominya. Nantinya, siswa disebut berpeluang memiliki “tabungan sampah” yang terintegrasi dalam sistem aplikasi.
Ia optimistis, jika budaya memilah sampah berhasil ditanamkan sejak usia sekolah, maka persoalan residu sampah yang selama ini membebani TPA bisa ditekan secara perlahan. “Langkah ini diharapkan bisa mengatasi persoalan sampah yang terjadi selama ini. Terpenting membiasakan sejak dini cara memilah sampah,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....