BPBD Banjarmasin Imbau Warga Stop Membakar, 23 Titik Karhutla Terjadi sejak Juli

  • 11 Agt 2026 11:37 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin mengimbau masyarakat menghentikan kebiasaan membakar sampah di tengah kondisi cuaca panas dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, H. Husni Thamrin, mengatakan imbauan tersebut diperkuat menyusul terjadinya 23 titik kebakaran di wilayah Banjarmasin sejak 15 Juli hingga 10 Agustus 2026.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti apel gelar pasukan penanggulangan bencana karhutla tahun 2026 di halaman Mapolresta Banjarmasin, Selasa 11 Agustus pagi. Menurut Husni, sebagian besar kejadian kebakaran yang ditemukan BPBD dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang kemudian ditinggalkan dan api menjalar ke semak belukar di sekitarnya.

“Sebagian besar yang kami temukan memang karena pembakaran sampah. Dibakar, kemudian ditinggalkan dan akhirnya menjalar ke semak belukar di sekitarnya,” ujarnya.

Dari 23 titik tersebut, total luasan lahan yang terbakar mencapai sekitar 2,351 hektare. Salah satu kejadian terbaru terjadi di kawasan TPA Basirih pada 10 Agustus 2026.

Husni menyebut, tidak ada lahan produktif yang terbakar. Kebakaran mayoritas terjadi di lahan tidur yang ditumbuhi semak belukar. “Ini sebenarnya bisa diatasi, asal masyarakat mau disiplin. Jangan lagi membakar sampah. Walaupun ditunggui, tetap berbahaya,” katanya.

Ia mendorong masyarakat mengelola sampah rumah tangga dengan cara yang lebih aman, seperti mengolahnya menjadi kompos atau memanfaatkan sampah yang memiliki nilai ekonomis..Menurutnya, kondisi cuaca yang panas membuat api dari pembakaran sampah maupun puntung rokok berpotensi dengan cepat memicu kebakaran.

“Rokok saja bisa menjadi pemicu, apalagi membakar sampah. Karena itu kami juga melalui kawan-kawan media mohon membantu menyampaikan kepada masyarakat, stop membakar sampah,” katanya.

Husni menjelaskan, titik kebakaran tersebar di seluruh kecamatan di Banjarmasin. Namun, wilayah Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Utara menjadi kawasan dengan kejadian paling banyak karena memiliki lahan yang relatif luas dan berada di kawasan perbatasan dengan kabupaten lain. Terkait status penanganan karhutla, Husni mengatakan Kota Banjarmasin masih berada pada tahap kesiapsiagaan dan belum menetapkan status siaga darurat.

“Dalam imbauan Pak Wali Kota melalui surat edaran 2 April 2026, kita masih dalam kesiapsiagaan. Belum pada tahap seperti daerah lain yang sudah menentukan siaga darurat,” katanya.

Sementara itu, terkait kebakaran di salah satu tempat pembuangan sampah (TPS), BPBD menduga kejadian tersebut juga dipicu aktivitas pembakaran sampah oleh warga di sekitar lokasi..Kebakaran di TPS tersebut tercatat menjadi salah satu kejadian dengan luasan cukup besar, yakni sekitar 0,95 hektare atau hampir satu hektare.

Husni menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian terkait penanganan dan pencegahan pembakaran sampah. Untuk sementara, pendekatan yang dilakukan masih berupa imbauan.

Namun, apabila masyarakat tetap melakukan pembakaran sampah dan tidak mengindahkan imbauan, penegakan sanksi akan dilakukan sesuai ketentuan..BPBD Banjarmasin pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama selama kondisi cuaca panas dan kering.

“Stop membakar sampah. Apalagi di masa-masa sekarang panas sekali. Bisa terjadi lagi nanti kebakaran bahan-bahan yang lain,” ujar Husni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....