Pemprov Pastikan Stok Bawang Kalsel Aman Pascakebakaran Pasar Harum Manis

  • 07 Mei 2026 14:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan memastikan ketersediaan bahan pokok, khususnya bawang di pasaran tetap dalam kondisi aman pascakebakaran di Pasar Harum Manis Banjarmasin. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan saat diwawancarai di Kantor DPRD Kalsel, Selasa 5 Mei 2026.

Usai kejadian tersebut, pemerintah daerah juga terus memantau kondisi distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Ahmad Bagiawan menyebutkan, berdasarakan catatan, sekitar 17 ton bawang merah turut terbakar bersama bawang putih, keminting, dan kacang hijau.

“Kami telah melakukan pemantauan langsung di lapangan. Memang benar ada sekitar 17 ton bawang yang terbakar, termasuk bawang putih dan komoditas palawija lainnya,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gia itu mengatakan, pihaknya kini berupaya mendatangkan pasokan bawang dari daerah lain untuk menjaga stabilitas stok di Kalimantan Selatan. Sejumlah daerah yang menjadi sasaran pasokan di antaranya Nusa Tenggara Timur dan Jawa Tengah.

“Sebagai pasar sentra atau pusat yang mendistribusikan bawang ke pasar-pasar lain, kami akan terus mencoba memenuhi kebutuhan pasar dengan mendatangkan bawang dari daerah lain. Dari NTT kemarin kami hubungi ternyata disana sudah habis masa panen, dan kemudian kami masih terus mencoba mendatangkan dari daerah Jawa Tengah ini,” katanya yang akrab disapa Gia.

Meski kerugian akibat kebakaran cukup besar, Gia memastikan stok bawang di pasaran masih mencukupi. Menurutnya, kebutuhan bawang di Kalimantan Selatan berkisar satu hingga dua ton per hari dan distribusi hingga kini masih berjalan lancar.

“Kami pastikan masyarakat tidak perlu khawatir, karena stok masih tersedia dengan harga yang relatif stabil di kisaran Rp30 ribu per kilogram. Pasokan bawang disini paling satu sampai dua ton sehari itu masih cukup saja, tapi pascakebakaran ini ya otomatis ada kekurangan,” ucap Gia

Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan akan terus melakukan pemantauan berkala untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi potensi lonjakan harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....