Dishut Kalsel 24 Jam Jaga Hutan Lindung Liang Anggang Dari Karhutla
- 02 Sep 2026 10:54 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali meluas terus dilakukan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru. Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan bersama sejumlah instansi dan relawan bahkan berjaga selama 24 jam. Hal ini untuk memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap tidak kembali menjadi api.
Setiap hari, sekitar 150 personel dikerahkan untuk melakukan pembasahan lahan gambut. Mereka bekerja secara bergantian dan disebar di sejumlah pos yang berada di kawasan hutan lindung. Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra mengatakan, personel yang terlibat berasal dari Dishut, DLH, Dinas PUPR, Manggala Agni, KPH Kayu Tangi, hingga TNI Angkatan Laut.
“Sebanyak 150 personel hadir setiap hari. Dari Angkatan Laut juga kurang lebih 27 sampai 35 personel,” ujarnya di Posko Hutan Lindung Liang Anggang,
Dari sekitar 960 hektare kawasan yang dipantau, pembasahan difokuskan di sejumlah lokasi yang masih berasap. Seperti Penggalaman, Jalan Kurnia, Karya Manuntung dan Makmur Jaya.
Menurut Fathimatuzzahra, asap yang dibiarkan bisa menjadi tanda masih adanya bara di dalam lahan gambut. Jika tidak segera dibasahi, bara tersebut bisa kembali menyala dan menyebar.
“Ini lokasi-lokasi yang sudah ada asap. Apabila kita biarkan akan ada api dan itu akan menyebar. Potensial sekali untuk terjadinya kabut asap yang besar,” katanya.
Ia menjelaskan, penanganan di lahan gambut memang tidak bisa dilakukan sekali saja. Meski asap sudah hilang, bara di dalam tanah masih bisa kembali muncul saat cuaca panas dan angin bertiup kencang.
“Kadang-kadang sudah tidak ada asap, tiba-tiba dengan adanya angin dan panas yang tinggi muncul lagi. Itu sangat membahayakan,” katanya.
Untuk mendukung pembasahan, Pemprov Kalsel menempatkan 50 pompa Dongfeng di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang. Sementara 50 pompa lainnya digunakan di kawasan Guntung Damar. Dishut juga mendapat dukungan 12 unit Alkon, ditambah pompa dari sejumlah perusahaan, termasuk 13 unit dari Adaro dan 10 unit dari Binuang Mitra Bersama.
Fathimatuzzahra berharap seluruh pompa bisa bekerja maksimal, sehingga pekerjaan personel di lapangan bisa lebih ringan. “Kalau Dongfeng ini berfungsi semua, diharapkan beban kerja 150 personel bisa dikurangi. Personel lainnya bisa bergerak menggunakan pompa portable, Alkon atau pompa jinjing,” ujarnya.
Upaya pembasahan ini mulai menunjukkan hasil. Kepulan asap di beberapa titik perlahan berkurang setelah air berhasil masuk ke dalam lahan gambut. “Hari ini asapnya agak berkurang karena sebagian air sudah masuk dengan pompa yang kita tempatkan,” ucapnya.
Meski begitu, Dishut Kalsel masih terus melakukan pemantauan. Pasalnya, keberhasilan pembasahan sangat bergantung pada ketersediaan air. Fathimatuzzahra menyebut, aliran air sebelumnya sempat terganggu karena adanya perbaikan pipa berdiameter delapan inci. Kondisi tersebut membuat beberapa titik lahan kembali mengalami kekeringan.
Karena itu, penjagaan dan pembasahan terus dilakukan, agar bara yang masih berada di dalam gambut tidak kembali berkembang menjadi api dan memicu kabut asap.Kalau ingin, saya juga bisa ubah naskah ini menjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....