Pengurus Perdatin Kalsel 2026–2028 Resmi Dilantik, Siap Hadirkan Banua Anestesia
- 30 Agt 2026 12:17 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pengurus Cabang Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (Perdatin) Kalimantan Selatan Periode 2026-2028 resmi dilantik di Banjarmasin, Sabtu, 29 Agustus 2026. Dalam kepengurusan baru tersebut, Fachruddin Noor resmi dikukuhkan untuk memimpin Perdatin Cabang Kalsel selama tiga tahun ke depan.
Prosesi pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Kalsel, dr. Sigit Prasetia Kurniawan, dihadiri Gubernur Kalsel H Muhidin yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Kalsel, Galuh Tantri Narindra. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua I Pengurus Pusat Perdatin, dr. Dedi Atila, yang turut menyaksikan jalannya pengukuhan.
Setelah resmi dilantik, Perdatin Kalsel langsung menyiapkan jajaran program kerja prioritas yang berfokus pada peningkatan kualitas dokter anestesi. Ketua Perdatin Cabang Kalsel, dr. Fachruddin Noor mengatakan berbagai agenda pelatihan dan pengembangan ilmu medis siap dilaksanakan secara berkala sepanjang masa kepengurusannya.
"Insyaallah mulai tahun depan, Februari, kita sudah kerjakan beberapa kegiatan yang akan terus berlangsung sampai 3 tahun ke depan masa kepengurusan ini," ujarnya.
Pihaknya menegaskan akan memperkuat peran dokter anestesi dalam memberikan pelayanan medis darurat dan perawatan intensif di rumah sakit. Ia bertekad membawa inovasi pelayanan medis agar sejajar dengan standar profesional regional maupun nasional.
Usai prosesi pelantikan selesai, pengurus Perdatin Kalsel meresmikan program unggulan baru untuk mendukung keahlian para anggotanya. Program pelatihan dan workshop bertajuk 'Banua Anestesia' ini dihadirkan agar dokter anestesi Kalsel makin bersaing di tingkat nasional.
"Kita meluncurkan satu kegiatan yang namanya Banua Anestesia. Kalimantan Selatan harus juga ikut bergerak di kancah nasional untuk kegiatan anestesi berupa pelatihan dan workshop," ujar Fachruddin.
Langkah Perdatin Kalsel mendapat dukungan penuh dari IDI Wilayah Kalsel demi menjaga standar keselamatan pasien saat penanganan medis. Ketua IDI Wilayah Kalsel, dr. Sigit Prasetia Kurniawan, menyebut Sinergi antarorganisasi kesehatan dinilai sangat penting agar kemampuan para dokter spesialis terus terasah dengan baik.
"Penguatan bentuk kolaboratif, sinergi, termasuk program kegiatan-kegiatan itu bisa berkesinambungan dan berjalan. Salah satunya bagaimana IDI itu sebagai induk organisasi dari perhimpunan seperti Perdatin menjaga mutu atau kualitas layanan kawan-kawan dokter ini agar bisa berstandar kompetensi," ucapnya.
Ia mengatakan hingga saat ini kebutuhan fasilitas di setiap Rumah Sakit masih menjadi tantangan dalam memenuhi pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Pihaknya terus mendorong, agar pemenuhan fasilitas ini bisa menunjang para dokter agar bisa bekerja secara maksimal.
“Supaya kawan-kawan ini bisa bekerja di rumah sakit, di kamar operasi, di IGD, di ruang ICU, itu bisa benar-benar memberikan hasil yang terbaik buat pasien. Jadi pemenuhan kebutuhan fasilitas itu yang harus kita dorong supaya kawan-kawan bisa maksimal bekerja,” katanya.
Dukungan serupa disampaikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang berharap sinergi medis ini dapat mendorong pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Banua. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Kalsel, Galuh Tantri Narindra menegaskan Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus merangkul para dokter spesialis guna membenahi fasilitas dan kualitas kesehatan masyarakat.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat mendukung pengukuhan pengurus baru Perdatin Kalsel demi memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Kami berharap sinergi antara dokter spesialis anestesi dan pemerintah daerah terus terjalin erat untuk pemerataan tenaga medis di Banua," ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa tantangan pemenuhan ketersediaan fasilitas medis dan dokter spesialis turut menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pemprov Kalsel mendorong adanya penambahan serta pemerataan ketersediaan dokter anestesi pada rumah sakit yang tersebar di wilayah Kalsel.
"Tadi juga ada satu catatan penting, kita masih kekurangan atau mungkin belum merata lah bahasanya. Sehingga di kesempatan ini mudah-mudahan semakin banyak tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, yang bisa mensupport pelaksanaan pembangunan di bidang kesehatan di Kalimantan Selatan," ucapnya.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu menyeimbangkan ketersediaan sarana prasarana kesehatan dengan jumlah dokter spesialis yang ada. Langkah tersebut diyakini menjadi kunci agar seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis secara optimal.
"Ini tentunya kan bersejajar dengan ketersediaan layanan, fasilitas di mana-mana. Nah, jadi saya juga baru mendata awal, kurang lebih fasilitas kesehatan khususnya untuk rumah sakit ada 52. Kalau dari spesialis tadi yang disampaikan rekan-rekan dari Perdatin mungkin kita masih kurang, sehingga mudah-mudahan bisa ditambah lagi dan pemerataan tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan itu bisa merata di seluruh Kalimantan Selatan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....